Example floating
Example floating
Jatim

UB Tuan Rumah OLIVIA X, 400 Tim Mahasiswa Adu Inovasi Vokasi

Ferdi Ragil
×

UB Tuan Rumah OLIVIA X, 400 Tim Mahasiswa Adu Inovasi Vokasi

Sebarkan artikel ini

Malang, Memo

Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) ke-10 yang resmi dibuka Rabu (30/7/2025). Ajang nasional yang berlangsung hingga Kamis (31/7/2025) ini diikuti 400 tim finalis dari perguruan tinggi vokasi seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk

Dengan mengusung tema “Unlocking the Wonders of Tomorrow: Bridging Innovation and Sustainability”, OLIVIA X menjadi ruang bagi mahasiswa vokasi untuk menampilkan inovasi dalam bidang teknologi, bisnis, hingga desain.

Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, Ph.D., menyebut ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan kolaborasi nasional membangun masa depan vokasi. “Dari 1.043 proposal yang masuk, hanya 400 yang terpilih ke final. Ini bukti kualitas dan potensi vokasi Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan

Ketua Umum Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, M.P., menegaskan OLIVIA adalah wadah memperkuat daya saing pendidikan vokasi. Rektor UB, Prof. Widodo, Ph.D.Med.Sc., menyoroti pentingnya vokasi dalam mencetak talenta digital dan AI, serta mendesak pembangunan ekosistem industri yang kuat.

“UB akan membangun kampus vokasi terpadu seluas 30 hektare di Kepanjen tahun ini sebagai bukti keseriusan kami,” ungkap Widodo.

Baca Juga: Vonis Korupsi Kredit BRI Pasar Pon Ponorogo Dua Terdakwa Resmi Dijatuhi Hukuman

Peserta dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Rizky Aliwira dan Muhammad Yusuf, mengangkat kuliner lokal apel Malang sebagai inovasi pastry modern. Mereka menilai OLIVIA sebagai wadah memperkenalkan daerah dan membangun semangat berkarya.

Prestasi OLIVIA X akan tercatat di sistem SIMKATMAWA Kementerian dan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi kampus. Data FPTVI menunjukkan serapan lulusan vokasi di industri mencapai 80–85 persen, membuktikan relevansi dan kekuatan pendidikan vokasi nasional.