Kediri, Memo
Bapak Achmad, pedagang kaki lima (PKL) asal Banyakan, telah berjualan buah-buahan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) selama hampir sepuluh tahun. Ia memilih menetap berjualan di area tersebut setiap hari Sabtu dan Minggu, mulai pagi hingga sore.
Sesuai imbauan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Bagian Perekonomian Kabupaten Kediri, PKL hanya diperbolehkan beroperasi mulai pukul 15.00 hingga 24.00 WIB. Namun, kenyataannya, banyak pedagang seperti Bapak Achmad yang sudah mulai berjualan sejak pagi saat akhir pekan karena tingginya jumlah pengunjung.
“Kalau Sabtu-Minggu, saya mulai pagi sampai sore. Ramainya memang di dua hari itu,” jelasnya.
Sementara pada hari Senin hingga Jumat, Bapak Achmad hanya berjualan dari pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Ia tidak menetap di SLG, karena pada pagi hari ia berdagang di tempat lain, seperti Gurah atau terkadang di Ngrancangan.
Dagangan yang dibawa pun menyesuaikan kondisi. Di luar akhir pekan, ia hanya membawa sekitar 3–4 kilogram buah seperti matoa, jambu, dan sawo. “Sekarang pembeli agak berkurang, beda sama dulu. Tapi tetap saya jalani,” ujarnya.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Bapak Achmad mengandalkan keramaian pengunjung SLG saat akhir pekan sebagai sumber utama pendapatannya. Meski penghasilan cenderung menurun, ia tetap bertahan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.












