Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Hukum

Melihat Ipar Pakai Daster, Selakangan Tambah Gemeter

A. Daroini
×

Melihat Ipar Pakai Daster, Selakangan Tambah Gemeter

Sebarkan artikel ini

SETAN ketika mau menggoda orang, ada saja caranya. Hanya melihat adik ipar, Umi, 19, pakai daster, Sapuan, 44, langsung gemeter. Tadinya hanya mau pinjam pompa, akhirnya si adik yang menjanda dua kali itu langsung “dipompa” sekalian. Keruan saja sang mertua mencak-mencak, lihat kelakuan menantu celamitan.

Baca Juga: Thariq Megah Ajukan Perlawanan Hukum atas Dakwaan KPK sementara Maidi Pilih Pembuktian

Tak semua kakak ipar berotak kotor. Tapi di berbagai kejadian, kakak ipar ini banyak yang suka celamitan. Melihat adik ipar lebih cantik ketimbang istrinya, ingin pula menjajalnya. Banyak yang berhasil, dan tak terungkap. Tapi yang gagal justru sering masuk media massa karena menjadi urusan polisi. Maka hati-hati jika ketemu kakak ipar yang thukmis alias celamitan.

Sapuan warga Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, agaknya perlu diwaspadai. Dia termasuk lelaki mata keranjang, yang otaknya ke urusan ranjang melulu. Istri sendiri sebetulnya sudah lumayan cakep, tapi masih kurang juga. Sepertinya dia punya bakat poligami. Istri satu cukup, bini dua justru maunya nambah melulu.

Baca Juga: Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Didakwa Jaksa KPK Peras STIKES Hingga Terima Fee Proyek Rp 2,25 Miliar

Adik ipar Sapuan yang bernama Umi, rupanya ditakdirkan sebagai wanita malang. Dalam usia 19 tahun, sudah dua kali menjanda. Suami pertama hanya setahun, suami kedua juga hanya betah setengah tahun. Untung saja dari dua kali perkawinan itu belum ada keturunan sebagai hasil kerjasama nirlaba.

Sapuan kadang merasa heran, adik ipar yang begitu cantik, kok begitu mudah diceraikan. Apa tidak sayang? Bodo banget itu lelaki. Padahal dirinya sendiri, bila mana memungkinkan, ingin pula mengambil alih. Tapi apa kata orang, jika punya dua bini kok kakak beradik? Onderdil memang kuat, tapi secara moril?

Baca Juga: Skenario Licik Bupati Ponorogo Bikin Perbup 114 2021 Loloskan Sultan Magetan Jadi Direktur RSUD Hingga OTT KPK

Tapi sebagai pengamat janda, Sapuan yakin bahwa hidup menjanda Umi sangat kesepian. Dia pasti sangat membutuhkan kehangatan malam dari seorang pria. Sebagai pegawai pertambangan, Sapuan kapan saja siap meng-“eksplorasi” adik iparnya itu. Dibor terus sampai ditemukan kandungan bijih besi atau pernekel-nya.

Sebetulnya sejak Umi gadis sampai menjadi janda, adik ipar ini memang menjadi trending topik dalam batinnya. Cuma untuk mewujudkan dalam karya nyata, Sapun belum ada keberanian. Hambatan psikologisnya ya itu tadi: takut dianggap mantu rakus, masak kakak adik disikat semua.

Sampailah pada kejadian beberapa hari lalu. Sapuan pagi-pagi ke rumah mertua untuk pinjam pompa sepeda motor. Yang melayani Umi sendiri, karena anggota keluarga yang lain masih tidur. Melihat adik ipar hanya mengenakan daster tipis yang menerawang, mendadak sontak “si jendul” berontak menuntut kebebasan berekspresi.

Selesai memompa motornya, Sapuan masuk kamar Umi pura-pura untuk berterima kasih. Padahal begitu melihat adik ipar itu tergolak di ranjang, langsung saja ditimpanya. Umi mencoba berontak, tapi apa daya perempuan menghadapi lelaki kesetanan. Hanya dalam tempo beberapa menit kedudukan sudah kadung menjadi 1-0.

Meski Sapuan sudah berwasiat jangan cerita ke mana-mana, tetap saja Umi yang merasa dilecehkan mengadu ke orangtuanya. Sang mertua tentu saja marah mendengar kelakuan anak menantunya ini. Bagaimana ini orang, sudah dikasih satu masih mau nambah. Langsung saja Sapuan dilaporkan ke polisi dan ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui, “Lihat dia pakai daster, saya langsung gemeter Pak.”