Memo, Trenggalek – Kabar duka datang dari Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, di mana bencana tanah longsor menerjang permukiman warga pada Senin (19/05/2025). Peristiwa nahas ini dilaporkan mengakibatkan sejumlah rumah tertimbun material longsor dan beberapa lainnya terdampak.
Informasi awal yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa setidaknya tiga unit rumah tertimbun secara keseluruhan akibat pergerakan tanah tersebut. Selain itu, sekitar sepuluh rumah lainnya di sekitar lokasi kejadian juga mengalami dampak, baik berupa kerusakan maupun terancam longsor susulan.
Bencana ini diduga kuat dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi yang melanda wilayah Trenggalek dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Hingga saat ini, tim evakuasi gabungan masih berupaya keras mencari enam warga yang dilaporkan hilang tertimbun longsor.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan keprihatinannya melalui unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya, @avinml. Dalam unggahannya, beliau memohon doa dari seluruh masyarakat agar tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
“Mohon doa untuk longsor di Dusun Kebonagung, Depok, Bendungan. Kami sedang bekerja membuka isolasi dan semoga tidak ada korban jiwa. Mohon maaf atas kelemahan dan kekurangan kami,” tulis Bupati yang akrab disapa Mas Ipin tersebut.












