Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Kediri Tunggu Lampu Hijau Provinsi Soal Uji Klinis Vaksin TBC, Padahal Kemenkes Gandeng Yayasan Bill Gates!

A. Daroini
×

Kediri Tunggu Lampu Hijau Provinsi Soal Uji Klinis Vaksin TBC, Padahal Kemenkes Gandeng Yayasan Bill Gates!

Sebarkan artikel ini
Kediri Tunggu Lampu Hijau Provinsi Soal Uji Klinis Vaksin TBC

Kediri, Memo |
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menyatakan bahwa implementasi Uji Klinis terkait Vaksin Tuberkulosis (TBC) belum diterapkan di wilayah administratif mereka. Pernyataan ini muncul di tengah inisiatif Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang telah menjalin kolaborasi dengan Yayasan Bill Gates untuk melaksanakan uji klinis vaksin TBC secara nasional.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (14/5/2025), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr Bambang Triyono Putro, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu arahan kebijakan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Kediri, Peresmian Jalan Stasiun dan 2.000 Porsi Pecel Gratis

“Mengenai kesiapan, tentu kami harus dalam kondisi siap. Akan tetapi, kami juga terikat untuk mengikuti petunjuk dari Pemerintah Provinsi Jatim, dan hingga saat ini instruksi tersebut belum kami terima,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait dengan data kasus TBC di Kabupaten Kediri, dr Bambang merinci bahwa proyeksi jumlah kasus TBC di wilayahnya mencapai angka 3.800 kasus per tahun. Estimasi ini diperoleh berdasarkan perhitungan tingkat insidensi TBC sebesar 350 kasus per 100.000 penduduk, dengan total populasi di Kabupaten Kediri mencapai 1,6 juta jiwa.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

“Jika kita menilik data tahun 2024, kami telah berhasil menemukan sekitar 70 persen dari total proyeksi kasus. Sementara itu, hingga bulan Mei tahun 2025 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah menjangkau sekitar 25 persen dari target,” ungkap dr Bambang.