MEMO – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa bahan pokok yang dijual di gerai PT Pos memiliki harga yang sangat terjangkau, bahkan beberapa komoditas dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran.
Contohnya, minyak goreng, yang biasanya dijual dengan HET sebesar Rp15.700 per liter, di gerai PT Pos dijual hanya Rp14.700. Selain minyak goreng, komoditas lain seperti bawang, daging sapi, dan daging kerbau juga dijual dengan harga lebih rendah dari HET.
“Operasi pasar ini bertujuan untuk membantu masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran, kami menjual bahan pokok ini di bawah HET untuk menstabilkan harga. Misalnya, minyak goreng yang seharusnya dijual Rp15.700, di gerai kami hanya Rp14.700,” jelas Amran dalam acara Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah di Kantor Pos Magelang, Jawa Tengah (25/2/2025).
Amran menekankan bahwa stok pangan nasional saat ini dalam kondisi sangat mencukupi, sehingga tidak ada alasan bagi harga bahan pokok untuk melonjak. Bahkan, panen padi yang terjadi pada bulan Januari hingga Maret mengalami kenaikan hingga 52 persen, dengan stok beras yang ada di gudang mencapai 2 juta ton.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Namun, yang menjadi perhatian Amran adalah harga yang diterima petani di tingkat lapangan yang justru lebih rendah dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sementara harga di pasar tetap tinggi. Ia menduga ada pihak-pihak yang memainkan harga demi keuntungan pribadi.












