MEMO – Pemerhati sepak bola nasional, M. Kusnaeni, mengungkapkan pandangannya terkait kekalahan Timnas Indonesia dari Filipina dalam laga terakhir Grup B Piala AFF 2024. Pada pertandingan yang berlangsung Sabtu malam itu, Indonesia harus menerima kekalahan 0-1 yang membuat mereka gagal melaju ke semifinal. Filipina justru berhasil merebut posisi kedua Grup B dan mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Bung Kus, begitu sapaan akrabnya, menyebutkan dua faktor utama yang menyebabkan kekalahan Timnas Indonesia. Menurutnya, kekalahan ini menjadi penyebab tertutupnya peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh di turnamen.
1. Kurangnya Kendali Emosi Pemain
“Pemain tidak mampu mengendalikan emosi mereka di lapangan, meskipun kita tahu bahwa pertandingan di Piala AFF selalu berlangsung dengan intensitas tinggi,” jelas Bung Kus. Ironisnya, pemain yang tidak mampu menjaga emosinya adalah sosok kunci dengan pengalaman bermain di tim senior. Mereka yang seharusnya menjadi panutan justru tidak memberikan contoh yang baik bagi pemain debutan.
2. Gagal Membaca Situasi Strategis di Fase Grup
Menurut Bung Kus, tim pelatih terlalu ambisius untuk meraih kemenangan melawan Filipina, padahal target utama hanya perlu lolos dari fase grup, bukan semata-mata menang. Hal ini terlihat dari keputusan pelatih Shin Tae-yong yang tidak menambah bek saat babak kedua meski Indonesia bermain dengan 10 pemain. Sebaliknya, pergantian striker dilakukan, yang dinilai tidak tepat dalam situasi genting tersebut.
Situasi menjadi lebih sulit ketika pada menit ke-63, Indonesia harus kebobolan melalui titik penalti. Pelatih kemudian melakukan sejumlah perubahan strategi dengan pergantian pemain, tetapi hal itu tidak memberikan dampak signifikan karena lemahnya lini serang Indonesia selama turnamen.
Bung Kus juga menyoroti bahwa selama fase grup, lini depan Timnas Indonesia kurang produktif dalam mencetak gol. Menurutnya, menambah kekuatan lini belakang untuk memaksa Filipina bermain imbang adalah langkah yang lebih realistis. “Sayangnya, peluang itu terlewatkan,” tambahnya.
Baca Juga: Persik Kediri Anggap Laga Kontra Persebaya di Gresik sebagai Titik Balik Wajib Menang
Di sisi lain, Bung Kus menegaskan bahwa menyalahkan wasit bukanlah solusi. “Lebih baik kita introspeksi dan menjadikan ini pelajaran penting, terutama karena Indonesia memiliki target besar di kualifikasi Piala Dunia mendatang,” tutupnya.












