Example floating
Example floating
Olahraga

Kekalahan Timnas dari Filipina: Bung Kus Beberkan Dua Kesalahan Fatal yang Gagalkan Lolos Semifinal

Avatar
×

Kekalahan Timnas dari Filipina: Bung Kus Beberkan Dua Kesalahan Fatal yang Gagalkan Lolos Semifinal

Sebarkan artikel ini

MEMO – Pemerhati sepak bola nasional, M. Kusnaeni, mengungkapkan pandangannya terkait kekalahan Timnas Indonesia dari Filipina dalam laga terakhir Grup B Piala AFF 2024. Pada pertandingan yang berlangsung Sabtu malam itu, Indonesia harus menerima kekalahan 0-1 yang membuat mereka gagal melaju ke semifinal. Filipina justru berhasil merebut posisi kedua Grup B dan mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Bung Kus, begitu sapaan akrabnya, menyebutkan dua faktor utama yang menyebabkan kekalahan Timnas Indonesia. Menurutnya, kekalahan ini menjadi penyebab tertutupnya peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh di turnamen.

Baca Juga: Strategi Matang Jelang Lawan Persik PSIM Siap Turunkan Bek Baru Demi Amankan Tiga Poin di Kandang Sendiri Tahun 2026

1. Kurangnya Kendali Emosi Pemain
“Pemain tidak mampu mengendalikan emosi mereka di lapangan, meskipun kita tahu bahwa pertandingan di Piala AFF selalu berlangsung dengan intensitas tinggi,” jelas Bung Kus. Ironisnya, pemain yang tidak mampu menjaga emosinya adalah sosok kunci dengan pengalaman bermain di tim senior. Mereka yang seharusnya menjadi panutan justru tidak memberikan contoh yang baik bagi pemain debutan.

2. Gagal Membaca Situasi Strategis di Fase Grup
Menurut Bung Kus, tim pelatih terlalu ambisius untuk meraih kemenangan melawan Filipina, padahal target utama hanya perlu lolos dari fase grup, bukan semata-mata menang. Hal ini terlihat dari keputusan pelatih Shin Tae-yong yang tidak menambah bek saat babak kedua meski Indonesia bermain dengan 10 pemain. Sebaliknya, pergantian striker dilakukan, yang dinilai tidak tepat dalam situasi genting tersebut.

Baca Juga: Sanksi Berat Deltras Sidoarjo dan Persela Lamongan Didenda Jutaan Rupiah oleh Komdis PSSI Akibat Pelanggaran Disiplin di Liga 2 2026

Situasi menjadi lebih sulit ketika pada menit ke-63, Indonesia harus kebobolan melalui titik penalti. Pelatih kemudian melakukan sejumlah perubahan strategi dengan pergantian pemain, tetapi hal itu tidak memberikan dampak signifikan karena lemahnya lini serang Indonesia selama turnamen.

Bung Kus juga menyoroti bahwa selama fase grup, lini depan Timnas Indonesia kurang produktif dalam mencetak gol. Menurutnya, menambah kekuatan lini belakang untuk memaksa Filipina bermain imbang adalah langkah yang lebih realistis. “Sayangnya, peluang itu terlewatkan,” tambahnya.

Baca Juga: Persik Kediri Anggap Laga Kontra Persebaya di Gresik sebagai Titik Balik Wajib Menang

Di sisi lain, Bung Kus menegaskan bahwa menyalahkan wasit bukanlah solusi. “Lebih baik kita introspeksi dan menjadikan ini pelajaran penting, terutama karena Indonesia memiliki target besar di kualifikasi Piala Dunia mendatang,” tutupnya.