Example floating
Example floating
Life Style

Tatapan Mata Psikopat Mengungkap Rahasia Menakutkan!

Alfi Fida
×

Tatapan Mata Psikopat Mengungkap Rahasia Menakutkan!

Sebarkan artikel ini
Tatapan Mata Psikopat Mengungkap Rahasia Menakutkan!
Tatapan Mata Psikopat Mengungkap Rahasia Menakutkan!

MEMO

Psikopat menjadi tokoh yang sering muncul dalam film-film thriller, tetapi penelitian mengungkapkan bahwa karakteristik psikopat tidak selalu terlihat dari tatapan mata mereka. Sebuah studi baru menyoroti perbedaan perilaku visual pada individu dengan ciri-ciri psikopati, menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih dalam tentang kondisi ini.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Dalam studi baru, perilaku visual membuka tabir misteri psikopati

Kebiasaan menggambar sosok psikopat seringkali mewarnai film-film thriller modern. Ini pun memunculkan anggapan dan ketakutan tentang karakter psikopat.

Namun sebenarnya, istilah ‘psikopat’ tidaklah resmi. Menurut Prakash Masand, seorang ahli psikiatri dan pendiri Centers of Psychiatric Excellence, individu yang dapat disebut sebagai psikopat adalah mereka yang menunjukkan pola perilaku manipulatif dan agresif terhadap orang lain.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Menurut penelitian yang dilaporkan oleh Psych Central, ada perbedaan perilaku visual yang dapat diamati pada orang-orang yang menderita psikopati. Contohnya, saat seseorang yang normal melihat sesuatu yang mengganggu, pupil matanya akan melebar, menunjukkan aktivasi sistem saraf simpatis tubuh.

Namun, sebuah studi pada tahun 2018 yang melibatkan 82 pria dengan ciri-ciri psikopati interpersonal-afektif menemukan bahwa respons pupil mata mereka menurun ketika mereka diperlihatkan gambar-gambar negatif. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pupil orang yang psikopat tidak melebar saat mereka mendengarkan suara-suara negatif, seperti teriakan.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Bagaimana Tatapan Mata Mengungkap Psikopati

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa individu dengan sifat psikopat memerlukan lebih banyak waktu untuk melihat foto-foto yang menggambarkan emosi, seperti rasa sakit dan rasa malu.

Tak hanya itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan psikopati memiliki kecenderungan untuk melakukan kontak mata yang lebih sedikit dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki gangguan tersebut.

Dr. Naomi Murphy, seorang konsultan dan psikolog forensik yang juga pendiri Octopus Psychology, menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, penderita psikopati menggunakan tatapan mata mereka secara sengaja untuk mengendalikan dan mengintimidasi orang lain.

Namun, Murphy menekankan bahwa tidak semua individu dengan psikopati memiliki tatapan yang menakutkan, meskipun tidak ada ciri-ciri pasti yang dapat dijadikan penanda ‘tatapan psikopat’. Beberapa ciri umum yang diamati oleh peneliti antara lain sikap dingin, kurangnya empati, mata yang terlihat lebih lebar dengan lebih sedikit bagian hitam, serta kontak mata yang lebih intens dan berlangsung lebih lama.

Mengungkap Perilaku Visual Psikopat: Implikasi Penting dalam Identifikasi dan Penanganan

Penelitian terbaru telah membuka jendela baru dalam pemahaman tentang perilaku visual individu dengan ciri-ciri psikopati. Ditemukan bahwa respon pupil mata mereka menurun saat diperlihatkan gambar-gambar negatif, dan mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat foto-foto yang menggambarkan emosi.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua individu dengan psikopati memiliki tatapan yang menakutkan, meskipun ada beberapa ciri umum yang diamati oleh peneliti, seperti sikap dingin, kurangnya empati, dan kontak mata yang lebih intens. Memahami perbedaan perilaku visual ini dapat membantu dalam identifikasi dini dan penanganan yang lebih efektif terhadap individu yang mungkin mengalami gangguan psikopatik.