Hari ini, tanggal 24 Februari, adalah saat Masyarakat Tionghoa merayakan Cap Go Meh. Meskipun keduanya merupakan perayaan yang istimewa dalam kalender Tahun Baru China, namun sebenarnya apa perbedaan esensial antara Imlek dan Cap Go Meh?
Tahun baru Imlek tahun 2575 menandai awal perayaan pada tanggal 10 Februari lalu, yang dirayakan dengan suka cita. Seiring berjalannya waktu, 15 hari setelah perayaan itu, masyarakat Tionghoa biasanya merayakan Cap Go Meh.
Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur
Sering kali, kedua perayaan ini dianggap serupa, namun sebenarnya Imlek dan Cap Go Meh adalah dua perayaan yang berbeda secara konseptual.
Lalu, apa bedanya? Mari kita telusuri penjelasannya dengan lebih rinci.
Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya
Imlek diartikan sebagai awal tahun baru China yang jatuh pada tanggal satu bulan pertama dalam tahun tersebut. Dipercaya bahwa perayaan ini memiliki hubungan erat dengan musim semi. Banyak sumber menyatakan bahwa perayaan tahun baru Imlek seolah menjadi pembuka, sedangkan Cap Go Meh adalah penutupnya.
Awal Tahun Baru China yang Dipenuhi Makna dan Tradisi
Perhitungan tahun Imlek didasarkan pada kalender Lunar dan dimulai sekitar abad ke-5 Masehi.
Doa, refleksi, dan berkumpul dengan keluarga adalah hal yang sering dikaitkan dengan perayaan Imlek. Sedangkan Cap Go Meh lebih dikenal dengan kegembiraannya.
Biasanya, perayaan ini diwarnai dengan pertunjukan barongsai, tarian naga, serta hiasan lampu lentera yang gemerlap. Kemeriahan ini tidak hanya dinantikan oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi acara yang disukai oleh masyarakat umum.
Cap Go Meh, secara harfiah berarti “lima belas” dalam dialek Hokkien, dan perayaan ini jatuh pada hari ke-15 setelah perayaan Imlek atau bersamaan dengan purnama.