Example floating
Example floating
Home

Ini Rahasia Dahsyat Kebijakan Kawasan Berikat untuk Ekonomi Bangkit!

Alfi Fida
×

Ini Rahasia Dahsyat Kebijakan Kawasan Berikat untuk Ekonomi Bangkit!

Sebarkan artikel ini
Ini Rahasia Dahsyat Kebijakan Kawasan Berikat untuk Ekonomi Bangkit!
Ini Rahasia Dahsyat Kebijakan Kawasan Berikat untuk Ekonomi Bangkit!

MEMO

Kebijakan Kawasan Berikat telah menjadi upaya serius pemerintah dalam memperkuat industri dalam negeri. Koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya telah menghasilkan kinerja yang memuaskan.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang dampak positif kebijakan ini terhadap tingkat kandungan dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa melalui ekspor. Simaklah kesimpulan dari artikel ini untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Kebijakan Kawasan Berikat: Dukungan Utama Pemerintah untuk Industri Lokal

Staf Khusus Kemenkeu Yustinus Prastowo dengan tegas menyatakan bahwa Kebijakan Kawasan Berikat adalah wujud dukungan pemerintah dalam memperkuat industri dalam negeri. Menurut Prastowo, kinerja kebijakan ini selama ini telah memberikan hasil yang memuaskan, sebagai hasil dari koordinasi dan kerjasama antara berbagai instansi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Prastowo menjelaskan, “Kebijakan Kawasan Berikat bertujuan untuk mendukung perkembangan industri dalam negeri dengan cara meningkatkan penggunaan bahan baku lokal, menciptakan lapangan kerja, memperbaiki rantai pasokan, serta mendorong ekspor yang dapat menghasilkan devisa bagi perekonomian.” Pernyataan ini disampaikan oleh Yustinus dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Senin, tanggal 2 Oktober 2023.

Sebagai hasil dari implementasi kebijakan ini, terlihat peningkatan dalam Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa dari ekspor. Pengusaha yang beroperasi di Kawasan Berikat biasanya fokus pada ekspor karena mereka menjadi bagian dari pasar global yang mengharapkan pasokan produk.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Penyerapan Bahan Baku, Peningkatan TKDN, dan Peran Kawasan Berikat

Namun, dalam situasi tertentu, terutama saat terjadi penurunan permintaan global seperti yang terjadi selama pandemi, Prastowo berpendapat bahwa fasilitas pengiriman barang ke dalam negeri sebaiknya hanya diberikan setelah mendapat koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam sektor industri.

Prastowo menambahkan, “Untuk menjaga keadilan terhadap pelaku usaha di luar Kawasan Berikat, pengiriman barang dari Kawasan Berikat ke Daerah Pabean Lain di wilayah NKRI harus dianggap sebagai impor, dan harus mematuhi kewajiban pembayaran bea masuk serta pajak impor.”

Sebelumnya, berita telah beredar yang mengklaim bahwa Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, menuduh bahwa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 131/PMK.04/2018 tentang Kawasan Berikat telah menyebabkan melimpahnya barang impor di Tanah Air. Pernyataan dari Prastowo ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi pernyataan yang telah disampaikan oleh Kemenperin.

Kebijakan Kawasan Berikat: Dukungan Pemerintah untuk Pertumbuhan Industri Dalam Negeri

Pengusaha yang beroperasi di Kawasan Berikat memiliki fokus kuat pada ekspor sebagai bagian integral dari pasar global. Namun, penting untuk diingat bahwa dalam situasi tertentu, seperti penurunan permintaan global selama masa pandemi, penyerahan barang ke dalam negeri perlu dikendalikan dengan koordinasi instansi yang mengawasi sektor industri.

Dengan demikian, menjaga keadilan bagi pelaku usaha di luar Kawasan Berikat adalah prinsip yang dijunjung tinggi, di mana pengiriman barang ke Daerah Pabean Lain di wilayah NKRI harus mematuhi kewajiban impor, termasuk pembayaran bea masuk dan pajak.

Kebijakan Kawasan Berikat tetap menjadi instrumen penting yang mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, mempromosikan kemandirian bahan baku, menciptakan lapangan kerja, dan menggairahkan ekspor untuk keberlanjutan perekonomian nasional.