Example floating
Example floating
Home

Ini Rahasia Keberhasilan Indonesia dalam Industri Pengecoran dan Metalurgi!

Alfi Fida
×

Ini Rahasia Keberhasilan Indonesia dalam Industri Pengecoran dan Metalurgi!

Sebarkan artikel ini
Ini Rahasia Keberhasilan Indonesia dalam Industri Pengecoran dan Metalurgi!
Ini Rahasia Keberhasilan Indonesia dalam Industri Pengecoran dan Metalurgi!

MEMO

Dalam rangka mendukung pertumbuhan industri nasional dan menghadapi tantangan keberlanjutan, Indonesia memainkan peran strategis dalam industri pengecoran dan metalurgi. Acara terkemuka seperti Indonesia Energy & Engineering Series 2023 (IEE Series 2023) dan kolaborasi dengan GIFA Indonesia dan METEC Indonesia menunjukkan komitmen untuk memperluas cakupan pasar, mendorong inovasi, dan menciptakan peluang bisnis baru.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Dalam kesempatan ini, kami akan mengeksplorasi peran kunci Indonesia dalam sektor ini dan bagaimana hal ini berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi nasional serta tujuan keberlanjutan.

Peran Strategis Indonesia dalam Pertumbuhan Industri Pengecoran dan Metalurgi

PT Pamerindo Indonesia, yang merupakan bagian dari Informa Markets Asia, akan kembali mengadakan acara Indonesia Energy & Engineering Series 2023 (IEE Series 2023). Acara ini dianggap sebagai salah satu pertemuan industri terbesar di Asia Tenggara, dengan tema “Menuju Keberlanjutan Industri,” yang akan berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 September 2023 di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

IEE Series 2023 akan menghadirkan 8 sektor utama, termasuk listrik dan ketenagalistrikan, minyak dan gas bumi, pertambangan, konstruksi, teknologi beton dan bangunan, manajemen pengairan, serta teknologi pengecoran dan metalurgi.

Tahun ini, seri IEE ini dianggap sebagai yang terbesar dalam sejarahnya. Acara ini akan berlangsung selama 4 hari di area seluas 77.000 meter persegi dan diharapkan akan diikuti oleh lebih dari 2.100 perusahaan peserta pameran dari dalam dan luar negeri, mewakili 36 negara. Acara ini juga menargetkan lebih dari 34.000 pengunjung perdagangan.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Lia Indriasari, Direktur Acara Indonesia Energy & Engineering Series 2023 dari Pamerindo, menjelaskan bahwa tujuan dari pameran ini adalah untuk menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai keberlanjutan di Indonesia. Ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta diversifikasi sektor manufaktur.

“Isu keberlanjutan telah menjadi semakin penting dalam beberapa tahun terakhir, dan sektor industri memiliki peran kunci dalam mencapai tujuan ini. Keberlanjutan yang kami bicarakan di sini bukan hanya mengenai dampak lingkungan, tetapi juga bagaimana sektor ini dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan menciptakan lingkungan bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan,” ungkap Lia dalam Media Briefing IEE Series 2023 pada tanggal 23 Agustus 2023.

Dengan memfokuskan perhatian pada nilai-nilai keberlanjutan dalam sektor industri, diharapkan dapat menciptakan masa depan yang lebih baik. Bisnis dapat tumbuh sambil mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan dan memberdayakan masyarakat.

Lia menambahkan, “Kami yakin bahwa dengan mengambil tindakan ini, sektor industri dapat berperan positif dalam menjaga lingkungan, mendukung masyarakat, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kita semua.”

Lebih lanjut, dalam IEE Series 2023 ini, Pamerindo akan menggabungkan serangkaian pameran untuk memenuhi berbagai minat dan tujuan dari berbagai sektor. Ini termasuk kegiatan business matching serta seminar online dan tatap muka yang mencakup berbagai topik menarik dari berbagai industri.

IEE Series 2023: Platform Utama untuk Keberlanjutan dan Inovasi Industri

IEE Series 2023 juga mencakup acara co-located, yaitu GIFA Indonesia dan METEC Indonesia, yang diselenggarakan dengan kolaborasi Messe Düsseldorf Asia. Acara ini akan fokus pada sektor pengecoran, pemrosesan logam, dan metalurgi di Indonesia.

GIFA dan METEC Indonesia, sebagai bagian dari portofolio “Teknologi Metalurgi dan Pengecoran” dari Messe Düsseldorf, akan memperluas cakupan pasar mereka ke berbagai wilayah di seluruh dunia. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan pasar di Asia dan peran penting Indonesia dalam produksi komoditas seperti nikel, timah, batu bara, dan bauksit, sektor pengecoran, pemrosesan logam, dan metalurgi memiliki peran yang sangat penting.

Gernot Ringling, Managing Director Messe Düsseldorf Asia, menjelaskan bahwa kehadiran GIFA dan METEC Indonesia didorong oleh upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, infrastruktur, dan transformasi digital.

“Indonesia memiliki peran strategis di pasar Asia Tenggara dan diharapkan akan menjadi salah satu dari tujuh negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2030, dan bahkan masuk ke dalam lima besar pada tahun 2050. Mengingat peran Indonesia sebagai salah satu produsen utama komoditas seperti nikel, timah, batu bara, dan bauksit, sektor pengecoran, pemrosesan logam, dan metalurgi memiliki peran yang sangat penting,” kata Gernot.

Dengan meningkatnya permintaan akan infrastruktur, komponen otomotif, produk elektronik, dan sektor manufaktur, diharapkan akan terjadi pertumbuhan signifikan. Ini diharapkan akan mendorong permintaan kuat untuk komponen logam, pemrosesan logam, pengecoran, dan teknologi pengecoran.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri di kawasan ini dan menciptakan platform perdagangan serta jaringan profesional yang dapat memberikan manfaat bersama. Melalui acara ini, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan industri nasional, memperluas pasar kami, dan membuka peluang bisnis baru bagi para pelanggan kami. Kami sangat antusias menyambut kemitraan yang sukses dan sinergi yang berkelanjutan,” tandas Gernot.

Peran Strategis Indonesia dalam Industri Pengecoran dan Metalurgi

Melalui IEE Series 2023 dan kolaborasi dengan GIFA Indonesia dan METEC Indonesia, langkah-langkah besar telah diambil untuk mendorong pertumbuhan sektor ini dan menciptakan sinergi yang berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia siap menghadapi masa depan yang menjanjikan dalam industri pengecoran dan metalurgi, dengan dampak positif pada perekonomian nasional dan keberlanjutan lingkungan.