Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, bekerjasama dengan PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) dalam upaya mendorong digitalisasi UMKM melalui pelatihan Program Percepatan Cashless Society Melalui Literasi Digital UMKM di Jakarta.
Baca Juga: Bongkar Rahasia Miliarder Warren Buffett, 5 Pengeluaran Terlarang untuk Raih Kemerdekaan Finansial!
Kegiatan ini menyoroti pentingnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran digital yang efisien dan memberikan berbagai manfaat bagi bisnis.
Pelatihan ini melibatkan 500 peserta, termasuk Jakpreneur dan ASN Dinas PPKUKM DKI Jakarta, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman UMKM tentang digitalisasi guna bersaing di pasar global.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
Jalin, PPKUKM DKI Jakarta, dan Netzme Gandeng UMKM ke Era Digitalisasi
PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) memberikan dukungan penuh terhadap usaha Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta yang bekerja sama dengan PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) dalam mendorong digitalisasi UMKM melalui penyelenggaraan pelatihan Program Percepatan Cashless Society Melalui Literasi Digital UMKM di Jakarta pada tanggal 25 Juli 2023.
Eko Dedi Rukminto, Direktur Jalin, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menyebarkan literasi keuangan digital kepada masyarakat melalui berbagai program kolaborasi, termasuk kolaborasi dengan Netzme.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya penggunaan pembayaran digital, terutama Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia.
QRIS merupakan salah satu layanan pembayaran yang saat ini disediakan oleh Jalin untuk perbankan dan fintech, guna memudahkan transaksi masyarakat.
Eko menyatakan antusiasmenya dalam mendukung upaya PPKUKM DKI Jakarta dan Netzme dalam meningkatkan pemahaman UMKM tentang pentingnya digitalisasi bagi perkembangan bisnis mereka.
Salah satu aspek penting dari digitalisasi ini adalah optimalisasi penggunaan alat pembayaran digital seperti QRIS, yang membawa banyak manfaat bagi bisnis, seperti otomatisasi sistem pencatatan dan pelaporan transaksi, dukungan untuk perluasan layanan, serta memberikan kemudahan dan keamanan transaksi yang lebih baik bagi pedagang dan pelanggan.
Kegiatan pelatihan diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari pendamping UMKM Jakpreneur dan ASN Dinas PPKUKM DKI Jakarta.
Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman dasar tentang digitalisasi UMKM, regulasi, serta evaluasi kinerja QRIS Jakpreneur, sehingga peserta pelatihan dapat secara efektif menyosialisasikan ilmu ini kepada UMKM yang mereka bina.
Acara pelatihan ini dihadiri oleh beberapa tokoh, termasuk Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Hery Afrianto, serta CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky Ganda Saputra.
Vicky Ganda Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, menyampaikan bahwa digitalisasi UMKM tidak dapat terjadi tanpa sinergi dan kolaborasi. Netzme merasa sangat bersyukur dengan adanya dukungan dari Dinas PPKUKM, Jakpreneur, dan semua pihak yang berkomitmen dalam memajukan UMKM.
Vicky menjelaskan bahwa UMKM memiliki peran yang vital dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, perkembangan UMKM harus selalu diawasi dan dipandu. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan mendorong digitalisasi.
Ratu Rante Allo, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa digitalisasi UMKM merupakan langkah awal untuk membawa UMKM Indonesia bersaing di pasar global.
Selain itu, digitalisasi UMKM juga membantu Dinas PPKUKM dalam memperbarui sistem pendataan, sehingga langkah-langkah yang efektif dapat diambil dalam pengembangan UMKM. Ratu berharap dengan adanya sosialisasi ini, mindset masyarakat dapat diubah menjadi lebih baik terkait digitalisasi.
Pelatihan Literasi Digital UMKM: Mendorong Pertumbuhan Bisnis dengan QRIS
Eko juga menekankan bahwa saat ini Bank Indonesia (BI) terus mengembangkan penggunaan QRIS cross-border payment yang memungkinkan kemudahan bertransaksi di sejumlah negara, terutama negara-negara yang memiliki potensi di sektor pariwisata. Selain telah hadir di Thailand dan Malaysia, BI juga sedang menjajaki kerja sama dengan Singapura dan Filipina.
Inovasi ini memberikan peluang besar bagi pemilik bisnis, termasuk UMKM, untuk memperluas jangkauan pasarnya hingga ke tingkat internasional, sehingga mereka dapat melayani pembayaran turis berbasis QR.
Jalin terus meningkatkan infrastruktur QRIS, bukan hanya untuk mendukung transaksi cross-border, tetapi juga menambah fitur-fitur baru seperti TTS (Tarik, Transfer, Setor Tunai), yang memudahkan pengguna dalam melakukan tarik tunai dan setor hanya dengan memindai kode QRIS melalui merchant.
Sebagai tambahan informasi, Jalin telah mengalami pertumbuhan transaksi QRIS yang signifikan di paruh pertama tahun 2023, dengan berhasil memproses lebih dari 60 juta transaksi hingga bulan Juni 2023.
Jalin memproyeksikan dapat melayani lebih dari 1 miliar transaksi pembayaran hingga akhir tahun 2023, termasuk peningkatan potensial hingga enam kali lipat pada transaksi QRIS, dengan total mencapai lebih dari 660 juta transaksi dibandingkan tahun 2022.
Eko menyatakan bahwa pertumbuhan transaksi QRIS yang signifikan di semester pertama tahun 2023 menunjukkan sinyal positif bahwa kinerja Jalin dan para membernya terus meningkat positif, termasuk berkat kontribusi besar dari Netzme dalam transaksi QRIS Jalin.
Jalin akan terus mendorong penggunaan QRIS secara luas di masyarakat dan mendukung program Bank Indonesia dalam mempercepat sistem pembayaran digital di Indonesia dengan QRIS yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Selain melalui program kolaborasi dengan para membernya, Jalin juga berkomitmen untuk berperan aktif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital sektor UMKM dengan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS melalui edukasi dan komunikasi di kanal-kanal digital yang dimilikinya.
Harapannya, Jalin dapat menjadi aktor penting dalam menghubungkan seluruh transaksi pembayaran, terutama melalui QRIS, dan mendukung percepatan cashless society demi menciptakan efisiensi pembayaran nasional.
Digitalisasi UMKM dengan QRIS: Kolaborasi Jalin, PPKUKM DKI Jakarta, dan Netzme dalam Meningkatkan Literasi Bisnis
Dengan semakin berkembangnya penggunaan QRIS dan digitalisasi UMKM, Dinas PPKUKM DKI Jakarta berharap dapat membantu UMKM Indonesia berkompetisi di pasar global.
Bank Indonesia (BI) juga terus mendorong penggunaan QRIS cross-border payment untuk memfasilitasi transaksi di berbagai negara, termasuk potensial di sektor pariwisata.
Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang bagi pemilik bisnis, terutama UMKM, untuk memperluas jangkauan pasarnya hingga internasional.












