Example floating
Example floating
Life Style

Ini Dia Rahasia Tersembunyi di Balik Pekerjaan yang Membuat Karyawan Menderita!

Alfi Fida
×

Ini Dia Rahasia Tersembunyi di Balik Pekerjaan yang Membuat Karyawan Menderita!

Sebarkan artikel ini
Ini Dia Rahasia Tersembunyi di Balik Pekerjaan yang Membuat Karyawan Menderita!
Ini Dia Rahasia Tersembunyi di Balik Pekerjaan yang Membuat Karyawan Menderita!

MEMO

Penelitian dari Harvard selama 85 tahun mengungkapkan bahwa interaksi sosial positif dalam pekerjaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Pekerjaan yang minim interaksi sosial positif dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan kesepian, terlepas dari seberapa besar kebutuhan pekerjaan tersebut. Melansir dari CNBC Make It, studi tersebut menyoroti betapa pentingnya aspek sosial di tempat kerja untuk menciptakan lingkungan yang bahagia dan memuaskan bagi karyawan.

Studi 85 Tahun dari Harvard Ungkap Dampak Pekerjaan Minim Interaksi Sosial Positif

Mengerjakan tugas tanpa henti dapat meningkatkan risiko tingkat stres dan bahkan menyebabkan rasa sakit fisik. Namun, banyak orang merasa terpaksa melakukannya karena kebutuhan yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Namun, ternyata ada pekerjaan yang justru menyebabkan penderitaan dan kesepian. Hal ini tentu saja membuat tingkat stres semakin meningkat.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard selama 85 tahun, seperti dilansir oleh CNBC Make It, menemukan bahwa ada pekerjaan tertentu yang membuat seseorang merasa tidak bahagia dan kesepian. Pekerjaan-pekerjaan ini minim interaksi sosial yang positif.

Baca Juga: Humas KAI Daop 7 Madiun Himbau Penumpang Datang di Stasiun Lebih Awal Agar Terhindar Macet di Malam Pergantian Tahun

Para peneliti Harvard telah mengumpulkan catatan kesehatan dari lebih dari 700 peserta penelitian dari berbagai belahan dunia sejak tahun 1938. Mereka juga melakukan survei dengan pertanyaan tentang kehidupan peserta setiap dua tahun.

Hasil studi menyimpulkan bahwa interaksi sosial yang positif adalah hal utama yang dapat membuat seseorang bahagia sepanjang hidupnya. Dan hal ini juga berlaku dalam konteks pekerjaan.

Profesor psikiatri di Harvard Medical School, Robert Waldinger, mengungkapkan, “Ini adalah kebutuhan sosial yang harus dipenuhi dalam segala aspek kehidupan kita. Selain itu, jika Anda sering berinteraksi dengan orang lain, Anda akan merasa lebih puas dengan pekerjaan dan juga akan bekerja lebih baik.”

Beberapa jenis pekerjaan yang memiliki minim interaksi sosial dan menyebabkan kebanyakan pekerjanya merasa tidak bahagia adalah sopir truk, petugas keamanan malam, kurir pesan-antar makanan daring, ritel daring, dan karyawan gudang yang harus bekerja dengan cepat.