Example floating
Example floating
Agro

Solusi Hadapi Penyusutan Lahan, Kembangkan Teknologi Padi Apung

A. Daroini
×

Solusi Hadapi Penyusutan Lahan, Kembangkan Teknologi Padi Apung

Sebarkan artikel ini
Solusi Hadapi Penyusutan Lahan, Kembangkan Teknologi Padi Apung

MEMO | Solusi Hadapi Penyusutan Lahan, Kembangkan Teknologi Padi Apung
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan teknologi padi apung sebagai solusi untuk menghadapi ancaman penyusutan luas lahan pertanian potensial di Tanah Air.

“Kita ini kan banyak kehilangan lahan subur di Pulau Jawa sekitar 1.400 hektare per tahun sehingga harus mencari alternatif lahan yang lain,” kata Rektor UMY Prof Gunawan Budiyanto seusai acara Panen Bersama Demplot Padi Teknologi Apung di Green House Fakultas Pertanian UMY, Bantul, Rabu.

Baca Juga: Ironi Negeri Agraris, Saat Lahan Menipis, Petani Berkurang, Pangan pun Jadi Rebutan

Dengan mengembangkan sistem pertanian padi terapung, kata Gunawan, UMY berupaya mendukung ketahanan pangan nasional sebab dapat dikembangkan di lahan marginal atau tidak subur, rawa, maupun lahan yang rentan tergenang banjir.

Ia mengatakan teknologi padi apung yang dikembangkan para peneliti dari Program Studi Agroteknologi UMY telah diterapkan di Desa Muhuran, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara dan Desa Minta, Kutai Barat, Kalimantan Timur sejak November 2021.

Baca Juga: Peluang Kerja Agrobisnis Skala Kecil di Era Digital , Dari Lahan Sempit, Panen Dengan Cuan Melimpah

Wilayah itu memiliki hamparan lahan rawa gambut yang kerap tergenang luapan air dari sungai Mahakam.

“Salah satu ciri lahan gambut pada umumnya kondisinya selalu tergenang dipengaruhi pasang surut air laut atau sungai. Sehingga kalau kita tanam padi dengan cara biasa sebelum panen sudah terendam air,” kata dia.

Baca Juga: Meski Masa Angkutan Nataru Berakhir, KAI Daop 7 Madiun Tetap Sediakan Diskon Tiket 30 Persen Masih Hingga 10 Januari 2026

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, Gunawan berharap masyarakat lokal di Kalimantan Timur dapat mengadopsi teknologi tersebut sehingga produktivitas padi di wilayah itu bisa berkelanjutan.

“Teknologi yang kami kembangkan 100 persen menggunakan sumber daya lokal. Ini juga menjadi keuntungan tersendiri bagi kelestarian teknologi tersebut,” ujar dia.