Example floating
Example floating
Peristiwa

18 Rumah Warga dan 1 Masjid Rusak, 1 Mobil Tertimpa Pohon

Avatar
×

18 Rumah Warga dan 1 Masjid Rusak, 1 Mobil Tertimpa Pohon

Sebarkan artikel ini
18 Rumah Warga dan 1 Masjid Rusak, 1 Mobil Tertimpa Pohon
18 Rumah Warga dan 1 Masjid Rusak, 1 Mobil Tertimpa Pohon

Sampang, Memo|

Angin puting beliung yang memporakporandakan dua desa di Kabupaten Sumenep, kemarin, menyebabkan 18 rumah milik warga dan 1 mobil, alami kerusakan. Sedang 3 orang warga, menjadi korban hingga mengalami luka cukup parah. Kerugian, ditaksir sekitar Rp. 250 juta.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Bus Indorent Jakarta Malang Terguling di Tol Ngawi Pramugari Tewas dan 32 Penumpang Luka Akibat Kecelakaan Tunggal

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, mengatakan bahwa musibah puting beliung yang berada di langit, tepat dua desa di Sampang, mengakibatkan tiga warga mengalami luka cukup parah. “Dalam musibah angin puting beliung itu, selain bangunan rusak dan tiang listrik roboh, juga ada tiga warga yang mengalami luka ringan,”katanya.

Ketiga warga tersebut, diantaranya adalah Listiyani (40), warga Desa Pinggirpapas, mengalami luka pada dahi kepala. Kemudian Aira (11), juga warga Desa Pinggirpapas, mengalami luka di punggung. Selain itu, Iyan Muryanto (36), warga Desa Karanganyar, mengalami luka memar di kepala.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Sementara itu, dari tragedi puting beliung di dua desa, yakni di Desa Karanganyar dan Pinggir Papas.Di dua desa itu, terdapat 18 rumah milik warga yang disapu angin. 12 rumah warga di Desa Karanganyar. Dari 12 rumah tersebut, 1 dianataranya adalah bangunan masjid.

Sedangkan 8 rumah lainnya berada di Desa Pinggirpapas.Di jalan Karanganyar, ada 2 tiang yang berada di pinggir jalan juga roboh. Sebuah truk, juga tertimpa pohon besar yang roboh saat aingin puting beliung menyerang dua desa di kawasan Kabupaten Sampang, Madiura. Masih beberapa kerusakan ringan yang tidak terdata, karena kesulitan melakukan pendataan bila dihitung secara manual.

Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah