Example floating
Example floating
Peristiwa

Gubug Lazaris di Kediri Terapkan Sistem Pertanian Organik

A. Daroini
×

Gubug Lazaris di Kediri Terapkan Sistem Pertanian Organik

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

Kediri, Memo

Baca Juga: Tragedi Berdarah Bus Indorent Jakarta Malang Terguling di Tol Ngawi Pramugari Tewas dan 32 Penumpang Luka Akibat Kecelakaan Tunggal

Gubug Lazaris di Desa Sambirejo, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, menerapkan pola tanaman secara organik. Seluas kurang lebih 2,5 Hektar lahan tanaman pertanian, pupuk hingga proses pembasmian hama semuanya dengan bahan organik serta dilakukan secara mandiri.

Tanaman organik adalah tanaman yang dihasilkan melalui proses budidaya organik tanpa menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Sedangkan proses organik, adalah budidaya di tanah yang ramah lingkungan, tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

“Kami mengelola lahan Gubug Lazaris ini, untuk belajar bertani organik, terutama untuk saya dan komunitas saya, agar bisa mengelola pertanian secara sehat. Selain menghasilkan tanaman pangan yang sehat, kami juga bisa menjadi pribadi-pribadi yang ikut melestarikan lingkungan hidup. Sehingga semua tanaman di sini, bisa menjadi bagian dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup,” kata Romo Hardo, pamong Gubuk Lazaris, pertanian organiknya, Sabtu (8/8/2020).

Romo Hardo, Pamong di Gubug Lazaris juga menjelaskan, Untuk menggarap lahan pertanian itu, pihak pengelola melibatkan serta mempekerjakan warga sekitar, mereka bisa menjual hasil pertaniannya secara langsung di lokasi.

Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah

Menurutnya, tanaman padi yang ditanam secara organik akan menghasilkan beras organik. Dalam proses budidaya beras organik, dilakukan dengan menggunakan pupuk organik, seperti kompos, pupuk hijau, maupun pupuk hayati.