[ad_1]
Situbondo, MEMO
Seorang nenek Suri (75), warga Dusun Cottok, Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur hudupnya sebatangkara, selama ini butuh perhatian pemerintah setempat.
Hidup memprihatinkan dan tinggal seorang diri di dalam gubuk reot berukuran kurang lebih 4×5 di area ladang lereng perbukitan dengan kondisi rumah kayu nyaris ambruk.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari, nenek Suri mengaku hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangganya.
“Terkadang saya makan pucuk daun yang ada di sekitar perbukitan sini,” ucap Nenek Suri Kamis (11/4/2019).
Sementara, Marsu salah satu tetangga mengatakan, sekitar lima tahun lalu nenek Suri pernah mendapat jatah raskin dan mendapat bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah pusat. namun, entah kenapa saat ini, ia tidak pernah mendapatkannya lagi.
“Lima tahun yang lalu dia dapat jatah raskin dan juga BLT api sekarg tidak lagi , ini kan kasihan sama Bu Suri, saya berharap pemkab dan juga kades memperhatikan kondisi Bu Suri ” ujarnya.
Marsu menjelaskan, nenek Suri hidup sebatang kara sekitar 10 tahun lebih, setelah suaminya meninggal. Sedangkan anak satu-satunya juga hidup serba kekurangan tinggal diluar desa. Warga sekitar mengharapkan agar nenek Suri mendapat program bedah rumah atau program RTLH.
Dan jauh sebelumnya warga telah mengusulkan kedesa namun tidak peenah ada tanggpan serius dari pihak desa.(edo)
The post Nenek Suri Hidup Sebatangkara, Butuh Perhatian Pemkab Situbondo appeared first on Memo Surabaya.
[ad_2]
Source link












