Memo, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia secara resmi mengimbau seluruh jemaah umrah tanah air agar menghindari rute penerbangan transit melalui Singapura dan Malaysia ketika bertolak menuju Arab Saudi.
Seruan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta pada akhir Oktober 2026 ini bertujuan untuk mengalihkan sekitar 70.000 jemaah agar menggunakan maskapai penerbangan nasional serta memilih jalur langsung ke Jeddah atau Madinah.
Kebijakan strategis tersebut tidak hanya dirancang untuk mengurangi risiko perjalanan di tengah dinamika geopolitik regional, melainkan sebagai langkah konkret dalam memperkuat kedaulatan ekonomi serta mendukung industri penerbangan domestik seperti Garuda Indonesia dan Lion Air.
“President Prabowo wants economic sovereignty, and the same should apply to Umrah and Hajj. Direct flights are safer and help strengthen economic sovereignty,” ujar Dahnil menekankan pentingnya kemandirian sektor transportasi udara nasional.
Meski demikian, pemerintah juga mengingatkan maskapai penerbangan lokal untuk terus meningkatkan standar layanan serta menawarkan tarif yang kompetitif agar mampu bersaing secara global.
Dengan potensi pasar yang mencapai dua juta jemaah umrah setiap tahunnya, pengalihan rute transit ini diyakini mampu mendongkrak pendapatan devisa dan memperkuat posisi maskapai domestik di kancah internasional.












