MEMO, Kediri — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Perikanan menggebrak program pencegahan tengkes dengan menyalurkan 120 paket olahan ikan siap konsumsi kepada kelompok balita, anak terindikasi stunting atau wasting, hingga ibu hamil risiko tinggi pada Kamis (10/9/2026).
Langkah intervensi gizi berbasis pangan lokal ini dikombinasikan dengan Kelas Pengasuhan Balita untuk mendorong perubahan pola makan keluarga rentan di wilayah Kediri secara berkelanjutan.
Paket Praktis Berbasis Daging Lele
Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kali ini sengaja dirancang agar ramah dikonsumsi oleh balita tanpa kerepotan memisahkan duri.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, menjelaskan bahwa deretan bantuan yang diserahkan meliputi produk olahan serba lele, seperti pakan pilet, abon, krispi kulit, hingga olahan nget.
“Paket olahan ikan ini kami rancang praktis agar ibu-ibu bisa langsung menyajikannya sebagai asupan gizi harian bagi anak-anak maupun ibu hamil,” ujar Nur Hafid saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Edukasi Pola Pengasuhan Sejak Dini
Selain menyuplai kebutuhan nutrisi protein hewani, Dinas Perikanan Kediri menggandeng jajaran terkait untuk membekali para ibu dengan pengetahuan pentingnya Pemberian Pakanan Tambahan (PMT), Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, serta pola asuh yang benar.
Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu menekan angka gizi buruk sekaligus memicu kesadaran masyarakat agar rajin mengonsumsi ikan demi mencetak generasi unggul yang bebas stunting.












