Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Jatim

Keracunan MBG Sidoarjo: Kepala SPPG Kalitengah Akui Lolos Uji Organoleptik dan Minta Maaf

A. Daroini
×

Keracunan MBG Sidoarjo: Kepala SPPG Kalitengah Akui Lolos Uji Organoleptik dan Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Kepala SPPG Kalitengah Akui Lolos Uji Organoleptik dan Minta Maaf

Memo, Sidoarjo — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan mendalam pada Rabu (2/9/2026) atas terjadinya insiden keracunan MBG Sidoarjo yang berdampak pada 566 pelajar serta santri di Tanggulangin. Ia mengungkapkan keheranannya karena paket hidangan tersebut sebenarnya telah dinyatakan aman melalui pengujian organoleptik oleh penanggung jawab di sekolah sebelum didistribusikan.

Peristiwa ini bermula ketika paket hidangan berisi nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel disalurkan pada Selasa (1/9/2026) siang. Sajian yang diproduksi sejak pukul 05.30 WIB tersebut didistribusikan pada pukul 11.00 WIB dengan batas kedaluwarsa konsumsi selama empat jam.

Meskipun seluruh prosedur awal pengujian rasa dan aroma di lapangan mengindikasikan kondisi makanan tidak bermasalah, ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam beserta siswa dari 19 sekolah lain mendadak mengalami keluhan kesehatan serius. Kejadian fatal tersebut langsung memicu penghentian sementara operasional dapur pengolahan pangan di wilayah tersebut.

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” ujar Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, saat dikonfirmasi wartawan di Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).

Rafli menjelaskan bahwa pihaknya selalu menerapkan skema kontrol kualitas yang ketat pada setiap pengiriman makanan ke lembaga pendidikan target. Penilaian kualitas langsung melibatkan Person in Charge (PIC) dari tiap sekolah melalui prosedur pencicipan awal.

“Di situ kan ada organoleptik. Setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya dicicipi oleh PIC pihak sekolah. Nah, setelah saya tanya, katanya aman, enggak ada masalah di makanan itu. Tapi kenapa kok keracunan, nah itu yang saya tidak tahu,” jelas Rafli.

Kasus keracunan massal yang bersumber dari operasional penyedia gizi ini berdampak pada ratusan korban di kawasan Tanggulangin:

  • Penerima Terdampak: Santri Ponpes Manba’ul Hikam, siswa SDN Kalitengah 1 dan 2, serta pelajar dari 17 sekolah lainnya.

  • Jumlah Korban: Total 566 orang terdata mengalami gejala keluhan pencernaan.

  • Kondisi Perawatan: Sebanyak 88 korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara sisanya telah diperbolehkan rawat jalan.

Penyelidikan mendalam kini tengah berlanjut guna memetakan penyebab pasti kontaminasi pada hidangan yang diproduksi oleh SPPG Kalitengah Sidoarjo tersebut.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini