Jakarta, Memo
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, masih tetap ada pekerjaan rumah (PR) besar dalam peningkatan Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM). PR diartikan yaitu menggerakkan UMKM masuk ekosistem go digital atau digital.
Pemerintahan menarget, sekitar 30 juta UMKM telah go digital pada 2024. Namun per Mei, pelaku UMKM yang masuk ekosistem digital baru 19 juta.
Baca Juga: Era Karyawan Digital Tiba, Duolingo Pangkas Pekerja Kontrak, Prioritaskan Kecerdasan Buatan
Walau demikian, kata Teten, angka itu telah naik sekitaran 130 % semenjak wabah. “Jadi wabah ini selanjutnya digunakan oleh beberapa pelaku UMKM untuk berubah dari off-line ke online, yang selanjutnya membuat UMKM dapat bertahan,” terangnya saat dijumpai di Jakarta Kreatif Festival 2022 di Sarinah Thamrin, Jakarta, Kamis (16/6/2022).
Dia meneruskan, secara agregat keseluruhan omzet UMKM yang sudah masuk ekosistem digital sejauh ini nyaris Rp 600 triliun. “Saya lupa kembali, tetapi kurang lebih begitu,” tutur dia.
Baca Juga: 5 Pekerjaan Freelance Populer untuk Tambah Penghasilan di Era Digital
Di kesempatan itu, Teten menghargai acara Jakarta Kreatif Festival yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta. Dirinya percaya diri , acara itu bisa makin memicu UMKM tingkatkan kreativitas produk sekalian meningkatkan bisnis.
“Jika diberi pendampingan, pendanaan terus-terusan, dan akses pasar, UMKM dapat tumbuh. Apa lagi saat ini 40 % berbelanja pemerintahan ditujukan supaya diserap UMKM,” ucapnya.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Komitmen di Deklarasi Digital ASEAN: Masa Depan Ekonomi Digital Triliunan USD
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman menambah, di tengah-tengah ketidakjelasan global, peranan UMKM perlu dipastikan. Karena itu, bank sentra mengusung tiga kata kunci yaitu kolaborasi, kerjasama, dan globalisasi.
Dia juga sepakat lewat digitalisasi, UMKM nasional dapat terangkut. “Kita terus memiliki komitmen pastikan UMKM maju dan terjadi perbaikan perekonomian terhitung di DKi Jakarta,” terang Aida di kesempatan serupa.
Dianya mengatakan, BI mempunyai tiga pilar, pertama membuat korporatisasi, ke-2 tingkatkan kemampuan, dan ke-3 pastikan pendanaan. Aida mengharap, UMKM Indonesia makin inovatif,kreatif, sekalian menjadi lokomotif ekonomi nasional.












