Denik menegaskan bahwa meskipun saat ini merupakan musim kemarau, kemungkinan penularan DB masih tetap ada. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa saat musim penghujan, nyamuk memiliki lebih banyak tempat untuk berkembang biak dengan cepat.
Sejauh ini, petugas Dinkes-PPKB telah melakukan 42 kali fogging fokus sejak Januari hingga Juli 2023. Wilayah Kecamatan Taman menjadi lokasi fogging paling banyak, dengan 27 kali penyemprotan. Sementara itu, ada 12 fokus fogging di Kecamatan Kartoharjo dan tiga fokus di Kecamatan Manguharjo.
“Intinya, kita harus berupaya meminimalkan gigitan nyamuk,” pungkasnya.
- Fogging Fokus untuk Cegah Penyebaran DB di Kota Madiun Dalam upaya mengendalikan penyebaran DB, Dinkes-PPKB Kota Madiun telah melakukan fogging fokus di lokasi-lokasi yang terdampak. Meskipun fogging efektif membunuh nyamuk dewasa, masyarakat tetap diingatkan untuk aktif dalam gerakan PSN guna mengatasi ancaman jentik nyamuk yang sulit dijangkau oleh fogging.
- 3M Plus, Pedoman Waspada Terhadap Demam Berdarah Dalam menghadapi risiko DB, masyarakat diminta untuk mengamalkan prinsip 3M Plus, yaitu menguras tempat-tempat penampungan air, membersihkannya secara berkala, serta menutup tempat air yang sulit dikuras. Selain itu, gunakan kelambu saat tidur, kenakan baju lengan panjang, dan pakai lotion anti-nyamuk untuk perlindungan tambahan.
- Musim Kemarau Tidak Hentikan Penularan DB Meskipun saat ini adalah musim kemarau, penularan DB masih tetap berlangsung karena nyamuk bisa berkembang biak lebih cepat saat musim penghujan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif dalam mengatasi permasalahan nyamuk agar dapat mengurangi risiko gigitan nyamuk yang bisa membawa virus DB.
(Demikian ringkasan mengenai lonjakan kasus DB di Kota Madiun dan langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh Dinkes-PPKB serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam melawan DB.)
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung












