Lebih lanjut, PKB mendorong adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, kalangan akademisi, organisasi masyarakat, serta sektor swasta. Sinergi ini dinilai sangat penting untuk membangun pusat data bencana yang lebih akurat dan komprehensif, serta meningkatkan kualitas edukasi kebencanaan kepada masyarakat luas.
“Kami memiliki keinginan untuk membangun sebuah sistem mitigasi bencana yang juga melibatkan peran aktif pesantren dan tokoh-tokoh agama,” tambah Kiai Maman. Edukasi yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat semakin memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Baca Juga: Fenomena Lubang Amblas Gemparkan Warga, Pakar Geologi UGM Beberkan Ini
Selain itu, Kiai Maman juga mengusulkan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilibatkan secara aktif dalam proses perizinan bangunan di wilayah-wilayah yang rawan bencana. Dengan demikian, setiap pembangunan akan mempertimbangkan aspek mitigasi risiko, seperti desain bangunan yang tahan gempa dan sistem drainase yang baik.
“Peran BNPB sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap konstruksi bangunan memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan,” tegas Kiai Maman. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mengutamakan keselamatan masyarakat dalam jangka panjang, bukan hanya fokus pada aspek fisik bangunan semata.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum












