Dalam kata-kata Nyoman Nuarta yang dikutip dari situs Setneg, “Istana Garuda ini dirancang sebagai sebuah ‘rumah’ yang memberi asosiasi dengan burung Garuda. Ini tidak hanya menjadi landmark di kawasan tersebut, tetapi juga menjadi simbol dari kerja sama sinergis antara seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi.”
Nuarta menjelaskan bahwa pemilihan burung Garuda sebagai desainnya sangat erat hubungannya dengan Indonesia yang kaya akan perbedaan, keberagaman budaya, adat istiadat, dan keyakinan agama. Garuda adalah simbol persatuan yang menjadi bagian dari lambang negara, Bhineka Tunggal Ika.
“Istana Garuda akan menjadi tempat kerja Presiden, seolah-olah ia berada di garis depan dalam memimpin bangsa ini menuju cita-cita bersama, yakni keadilan sosial dan kemakmuran bersama. Secara simbolis, peran ini mencerminkan keindahan, keramahan, ketenangan, kemandirian, serta kewibawaan sebagai pemimpin bangsa yang besar,” ujar Nuarta dengan penuh semangat.
Pembukaan KTT ASEAN 2023: Desain Megah Istana Garuda dan Pesan Simbolis Presiden Jokowi
Selain menjadi simbol persatuan, Istana Garuda juga memiliki makna yang mendalam dalam perjalanan Indonesia menuju cita-cita keadilan sosial dan kemakmuran bersama. Presiden Jokowi akan menjalankan tugasnya di Istana Garuda, yang secara simbolis mencerminkan keindahan, keramahan, ketenangan, kemandirian, dan kewibawaan sebagai pemimpin bangsa yang besar.
Dengan latar belakang hutan tropis yang memukau, pembukaan KTT ASEAN 2023 dan desain istana yang mengesankan ini adalah momen bersejarah yang akan diingat oleh banyak orang.