Example floating
Example floating
Infobis

Wow! Indonesia Dapat Penilaian Positif dari Lembaga Pemeringkat Terkenal!

Alfi Fida
×

Wow! Indonesia Dapat Penilaian Positif dari Lembaga Pemeringkat Terkenal!

Sebarkan artikel ini
Wow! Indonesia Dapat Penilaian Positif dari Lembaga Pemeringkat Terkenal!
Wow! Indonesia Dapat Penilaian Positif dari Lembaga Pemeringkat Terkenal!

MEMO

Lembaga Pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) telah mengumumkan peringkat terbaru Republik Indonesia pada tanggal 25 Juli 2023.

Baca Juga: Sangat Dinanti Perajin Genting di Lamongan Berharap Kebijakan Gentengisasi Prabowo Hidupkan Industri Lokal yang Hampir Mati Suri

Dalam pengumuman tersebut, outlook Republik Indonesia ditingkatkan menjadi positif dari sebelumnya stabil, sementara Peringkat Republik Indonesia dipertahankan pada level BBB+.

Keputusan ini didukung oleh kinerja ekonomi yang tetap kuat dan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menanggapi positif peningkatan outlook Indonesia ini, menyatakan bahwa keyakinan kuat dari pemangku kepentingan internasional atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia terus terjaga.

Outlook Republik Indonesia Ditingkatkan oleh R&I Menjadi Positif

Lembaga Pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) mengumumkan pada tanggal 25 Juli 2023 bahwa outlook Republik Indonesia telah ditingkatkan menjadi positif dari sebelumnya stabil.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Sementara itu, Peringkat Republik Indonesia dipertahankan pada BBB+ (dua level di atas tingkat terendah Investment Grade).

Keputusan ini didasarkan pada kinerja ekonomi yang tetap kuat dan ketahanan ekonomi yang terjaga, meskipun dalam situasi ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan defisit fiskal yang kembali ke dalam target lebih cepat dari perkiraan. Selain itu, stabilitas keuangan terjaga dengan baik, dan terdapat tren penurunan rasio utang Pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyambut baik keputusan R&I tersebut. Ia menyatakan bahwa peningkatan outlook Indonesia menunjukkan keyakinan kuat dari para pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga, meskipun menghadapi ketidakpastian di tingkat global dan pasar keuangan yang meningkat.

Perry Warjiyo juga menekankan bahwa kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia didukung oleh kredibilitas kebijakan yang tinggi serta sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Pemerintah dan BI.

Ke depannya, BI akan terus memantau perkembangan ekonomi dan keuangan baik secara global maupun domestik. Selain itu, BI akan merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Kerja sama dengan Pemerintah juga akan terus diperkuat guna mendukung percepatan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

R&I memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid pada tahun 2023, meskipun mungkin mengalami sedikit hambatan pada paruh kedua tahun tersebut. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) berada pada kisaran 5,0%-5,3% untuk tahun tersebut.

Peningkatan Outlook Indonesia dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Kebijakan struktural yang diterapkan Pemerintah, seperti perbaikan lingkungan bisnis, pembangunan infrastruktur, dan penguatan sumber daya manusia, dianggap sebagai faktor penting dalam mencapai target pertumbuhan jangka menengah.

R&I juga memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan terus tumbuh sekitar 5% pada tahun 2024 dan beberapa tahun mendatang.

Stabilitas harga di Indonesia diharapkan akan tetap terjaga berkat disiplin kebijakan moneter dan kerja sama yang baik dengan Pemerintah, termasuk melalui tim pengendalian inflasi baik di tingkat nasional maupun daerah.

Dari sisi eksternal, surplus transaksi berjalan pada tahun 2021 dan 2022 mencerminkan perbaikan terms of trade seiring dengan kenaikan harga komoditas. R&I memproyeksikan bahwa transaksi berjalan akan kembali mengalami defisit pada beberapa tahun ke depan, namun tetap dalam kisaran yang terkendali sehingga tetap dapat mendukung ketahanan eksternal Indonesia.

Terkait dengan fiskal, komitmen Pemerintah untuk mengendalikan defisit fiskal tercermin dalam tercapainya target defisit fiskal di bawah 3% dari PDB lebih awal dari yang direncanakan.

R&I meyakini bahwa pada tahun 2023, penerimaan Pemerintah akan tetap kuat berkat kebijakan reformasi pajak dan pengeluaran Pemerintah yang tetap terkendali sesuai target.

Pemerintah memperkirakan defisit fiskal pada tahun 2023 akan mencapai 2,3% dari PDB, lebih rendah dari target awal sebesar 2,8% dari PDB, sehingga berdampak pada penurunan rasio utang Pemerintah terhadap PDB.

Sebagai catatan, sebelumnya R&I telah mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB+ (dua level di atas tingkat terendah Investment Grade) dengan outlook stabil pada tanggal 4 Juli 2022.

Outlook Positif Republik Indonesia Menarik Perhatian Dunia Internasional

Dengan meningkatnya outlook menjadi positif, Republik Indonesia semakin menarik perhatian dunia internasional. Kredibilitas kebijakan yang tinggi dan sinergi antara Pemerintah dan BI menjadi faktor pendukung dalam mendapatkan keyakinan dari pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia.

Melalui langkah-langkah yang terukur dan kerjasama yang solid, Indonesia berharap dapat terus memperkuat stabilitas ekonomi dan keuangan, serta mendorong transformasi ekonomi menuju pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.