Memo, Jombang.
Women Crisis Center (WCC) Jombang mengecam akan dugaan kasus kekerasan seksual dan pemerasan yang diduga dilakukan oleh OS
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Oknum merupakan perangkat Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, terhadap seorang perempuan berinisial SP (34). Lembaga tersebut menilai kasus itu sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang berlebihan dan harus ditangani serius oleh aparat dan pemerintah setempat.
Women’s Crisis Center (WCC) menolak keras narasi yang menyederhanakan kasus kekerasan yang dialami korban sebagai hubungan perselingkuhan. Menurut Ana, direktur WCC, penggambaran seperti itu menyesatkan dan mengabaikan konteks kekerasan berbasis gender yang dialami korban.
“Kami sangat menyayangkan narasi yang menyederhanakan kasus ini sebagai perselingkuhan. Ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga mengabaikan kekerasan berbasis gender yang dialami korban,” ujar Ana dalam pernyataan resminya.
Ana menjelaskan bahwa kasus kekerasan yang dialami korban tidak dapat dipisahkan dari konteks kekerasan berbasis gender yang lebih luas. “Kekerasan berbasis gender adalah masalah struktural yang memerlukan perhatian serius dan penanganan yang tepat,” tambahnya.
WCC juga meminta agar korban kekerasan berbasis gender mendapatkan perlindungan dan dukungan yang memadai. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan melindungi korban kekerasan berbasis gender dan memperjuangkan keadilan bagi mereka,” kata Ana.
Dengan demikian, WCC memiliki harapan besar agar dapat ditangani dengan lebih baik dan tidak merugikan korban serta tidak ada lagi narasi yang menyederhanakan kekerasan berbasis gender menjadi sekadar perselingkuhan.












