
NGANJUK,MEMO.CO.ID –
Baca Juga: Sidang Korupsi Perangkat Desa Kediri Ungkap Skema Aliran Dana Haram Melibatkan Puluhan Camat
Hadi Wiyanto,45, anggota Banpol warga Desa Gondang RT 016 RW 06 Kecamatan Pace ,Nganjuk pada Sabtu sore (29/7) sekitar pukul 17.45 WIB ditemukan tidak bernyawa dikamar Pos Jaga Kedungsuko Sukomoro . Saksi mata yang mengetahui kejadian tersebut adalah Aiptu Suprapto salah satu anggota Satlantas Polres Nganjuk.
Kondisi korban saat ditemukan oleh saksi mata seperti dikatakan Kanit Reskrim Polsek Sukomoro IPDA Rudi Puryanto sudah dalam keadaan terbujur kaku. Diperkirakan korban menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 12.00 WIB. Dan baru diketahui lima jam kemudian oleh saksi mata.
Ditanya kronologis kejadianya dituturkan kanit reskrim bahwa ada salah satu warga setempat bernama Nur Wakhidah mengetahui korban sejak pagi sekitar pukul 08.30 WIB masih kelihatan duduk didalam pos jaga.
Namun sekitar pukul 12.00 WIB korban tidak ada diteras pos jaga. ” Rutinitas korban setiap pagi dan siang hari selalu menyebrangkan anak berangkat dan pulang sekolah. Tapi menjelang anak pulang sekolah korban tidak kelihatan didepan pos,” terang kanit reskrim.
Baca Juga: Kepala Dinas Perhubungan Kediri Nizam Subekti Terima Suap 120 Juta, Eks Camat Pare Mengelak
Kematian korban baru diketahui lebih lanjut dikatakan kanit reskrim sekitar pukul 17.45 WIB saat AIPTU Suprapto kembali ke pos jaga setelah habis giat pengawalan.
” Ketika tiba di pos jaga, lampu belum dinyalakan. Saat semua lampu dinyalakan saksi mata menemukan korban berada dikamar. Awalnya diduga korban tertidur lelap. Tapi begitu dibangunkan ternyata korban sudah tidak bernyawa,” terang kanit reskrim saat memberi keterangan wartswan di TKP.
Dengan kejadian itu saksi mata langsung melapor ke Polsek Sukomoro. Dengan laporan tersebut pihak polsek langsung melapor ke tem dokter polisi dari RS Bhayangkara untuk mendiagnose penyebab kematian korban.
Dan sekitar pukul 20.00 WIB tem Dokpol ( dokter polisi,red) sebanyak lima orang tiba di TKP dan langsung melakukan identifikasi jasad korban.
Dari hasil diagnose sementara seperti dikatakan dr.Rita disimpulkan tidak ada tanda tanda penganiayaan.” Korban meninggal dunia dengan wajar,” terang dr.Rita usai melakukan identifikasi.
Ditanya wartawan tentang jenis penyakit yang diderita korban secara tegas dikatakan dr.Rita belum bisa diketahui jenis penyakit korban. “Untuk mengetahui rekam medisnya haris diotopsi dulu atau diperiksa organ dalamnya,” paparnya. (adi)












