Example floating
Example floating
Daerah

Warga Desa Demo Baa Keranda Mayat, Tuntut Galian C Dihentikan

A. Daroini
×

Warga Desa Demo Baa Keranda Mayat, Tuntut Galian C Dihentikan

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

Mojokerto, Memo

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto melakukan unjuk rasa di lokasi galian C di aliran Sungai Galuh, Desa Jatidukuh. Dengan membawa keranda mayat, massa menghentikan paksa aktivitas tiga alat berat dan mengusirnya dari lokasi galian.

Aksi ratusan warga ini menuntut penutupan lokasi galian C yang diduga ilegal. Mereka berasal dari Desa Jati Dukuh, Desa Ploso Bleberan dan Desa Bening, Kecamatan Gondang. Dengan membawa poster berisi tuntutan dan keranda mayat, mereka longmach dari Balai Desa Jatidukuh.

Baca Juga: Prestasi Luar Biasa Budaya Greatness Grup Merdeka Cetak Puluhan Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan di Sektor Tambang Hingga Raih Penghargaan K3

Keranda mayat tersebut sebagai simbolis adanya tambang galian C di aliran Sungai Galuh yang mengancam nyawa warga desa. Warga menduga izin tambang batu di Sungai Galuh yang saat ini dimiliki Lery Noveindusri masih bermasalah. Karena ada sangkut paut dengan pemilik tambang yang lama, yakni Lukman.

Sesampainya di lokasi galian C, ratusan warga langsung menghentikan paksa dua alat berat yang tengah beraktivitas memecah bebatuan sungai. Aksi ratusan warga ini dipicu oleh rasa khawatir, karena jika aktivitas tersebut dibiarkan tidak menutup kemungkinan adanya bencana tahun 2018 kembali terjadi.

Baca Juga: Potensi Mendunia Bapperida Bondowoso Yakin Geopark Menguat 22 Anak Gunung Jadi Modal Besar Untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif

Koordinator aksi, Sujari (42) mengatakan, warga meminta agar lokasi galian C yang berada di aliran Sungai Galuh tersebut ditutup. “Harga mati, warga meminta agar tambang ini tidak lagi beroperasi. Selain merusak lingkungan dan bisa menyebabkan bencana alam, sumur warga kering dan air keruh, sawah sulit teraliri air,” ungkapnya, Selasa (15/9/2020).