[ad_1]
Mojokerto, Memo
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto melakukan unjuk rasa di lokasi galian C di aliran Sungai Galuh, Desa Jatidukuh. Dengan membawa keranda mayat, massa menghentikan paksa aktivitas tiga alat berat dan mengusirnya dari lokasi galian.
Aksi ratusan warga ini menuntut penutupan lokasi galian C yang diduga ilegal. Mereka berasal dari Desa Jati Dukuh, Desa Ploso Bleberan dan Desa Bening, Kecamatan Gondang. Dengan membawa poster berisi tuntutan dan keranda mayat, mereka longmach dari Balai Desa Jatidukuh.
Keranda mayat tersebut sebagai simbolis adanya tambang galian C di aliran Sungai Galuh yang mengancam nyawa warga desa. Warga menduga izin tambang batu di Sungai Galuh yang saat ini dimiliki Lery Noveindusri masih bermasalah. Karena ada sangkut paut dengan pemilik tambang yang lama, yakni Lukman.
Sesampainya di lokasi galian C, ratusan warga langsung menghentikan paksa dua alat berat yang tengah beraktivitas memecah bebatuan sungai. Aksi ratusan warga ini dipicu oleh rasa khawatir, karena jika aktivitas tersebut dibiarkan tidak menutup kemungkinan adanya bencana tahun 2018 kembali terjadi.
Koordinator aksi, Sujari (42) mengatakan, warga meminta agar lokasi galian C yang berada di aliran Sungai Galuh tersebut ditutup. “Harga mati, warga meminta agar tambang ini tidak lagi beroperasi. Selain merusak lingkungan dan bisa menyebabkan bencana alam, sumur warga kering dan air keruh, sawah sulit teraliri air,” ungkapnya, Selasa (15/9/2020).
Masih kata Sujari, aktivitas galian C di aliran Sungai Galuh sudah beroperasi sejak satu bulan lalu. Sebelumnya warga juga sudah menyampaikan kepada pihak desa bahwa masyarakat tidak sepakat adanya galian ini karena Sungai Galuh menjadi sumber mata air dari beberapa desa di Kecamatan Gondang.
“Ini kan jelas mengalir di sungai, seharusnya tidak boleh di gali tapi kenapa terus di lakukan. Selain meminta penutupan lokasi tambang, warga juga meminta agar tiga alat berat yang ada di lokasi galian C di aliran Sungai Galuh dikeluarkan dari lokasi tambang,” katanya. ( met )
The post Warga Desa Demo Baa Keranda Mayat, Tuntut Galian C Dihentikan appeared first on Memo Surabaya.
[ad_2]
Source link












