Peningkatan Kompetensi Bahasa dan Layanan Petugas Perempuan
Selain aspek kedisiplinan, Kementerian Haji dan Umrah juga memberikan perhatian khusus pada kemampuan bahasa dan keberagaman tim. Tahun 2026 mencetak sejarah dengan kuota petugas perempuan mencapai 33 persen dari total personel. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan pelayanan bagi jemaah lansia dan jemaah putri yang membutuhkan pendampingan lebih personal. Dahnil menyebut bahwa kehadiran petugas perempuan yang tangguh dan disiplin akan memberikan rasa aman yang lebih besar bagi para tamu Allah.
Paragraf Penutup: Reformasi besar-besaran dalam sistem pelatihan petugas haji ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan martabat pelayanan publik di kancah internasional. Dengan kedisiplinan yang sudah teruji sejak di barak pelatihan, diharapkan tidak ada lagi celah bagi ketidaksiapan petugas saat menghadapi puncak haji. Perjalanan menuju musim haji 2026 kini menatap optimisme baru, di mana petugas tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan hati yang siap melayani sepenuhnya.
Baca Juga: Kerugian 30 Juta Akibat Rumah Pensiunan PNS di Blitar Dibobol Maling Saat Kosong
FAQ
Tujuannya untuk membangun kedisiplinan, kekompakan tim, dan ketahanan fisik agar siap melayani jemaah di tengah cuaca ekstrem dan kerumunan massa di Arab Saudi.
Metode pelatihan yang menekankan pada kebahagiaan dan keikhlasan petugas, sehingga pelayanan yang diberikan kepada jemaah terasa lebih hangat dan bersahabat.
Ya, pemerintah menetapkan porsi 33 persen petugas perempuan untuk memastikan layanan bagi jemaah lansia dan wanita berjalan lebih optimal.
Para calon petugas mengikuti pendidikan intensif selama tiga minggu untuk memastikan sinkronisasi mental dan koordinasi lapangan yang solid.












