Memo.co.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, baru-baru ini meninjau langsung progres Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1447 H / 2026 M di Asrama Haji Pondok Gede. Dalam kunjungannya, Wamen Dahnil Puji Kedisiplinan Petugas Haji 2026 yang dinilai mengalami lompatan signifikan dibandingkan hari-hari pertama pelatihan. Transformasi ini dianggap sebagai tonggak penting dalam merevolusi citra petugas haji di mata publik, yang sebelumnya sering mendapat kritik tajam terkait koordinasi dan kesiapsiagaan di Tanah Suci.
Pelatihan yang mengadopsi gaya semi-militer ini dirancang bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangun ketangguhan fisik dan kekompakan tim. Dahnil menegaskan bahwa petugas haji adalah duta bangsa yang harus memiliki ketahanan luar biasa karena akan melayani ratusan ribu jemaah dengan berbagai karakter. “Apa yang mereka tunjukkan hari ini menghapus semua kekhawatiran saya. Mereka kini lebih sigap, tertib, dan yang terpenting, memiliki semangat satu komando yang sangat diperlukan saat operasional haji yang kompleks nanti,” ungkap Dahnil saat memimpin apel.
Baca Juga: Kerugian 30 Juta Akibat Rumah Pensiunan PNS di Blitar Dibobol Maling Saat Kosong
Strategi Wamenhaj Dahnil Anzar Perkuat Karakter Petugas 2026
Pendekatan pelatihan tahun ini memang terasa berbeda. Mengusung filosofi “Pendidikan Kegembiraan” yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto, para peserta diajarkan untuk tetap disiplin tanpa kehilangan sisi humanisnya. Dahnil meyakini bahwa wajah petugas yang penuh senyum dan gembira namun tetap tegas dalam aturan adalah kunci kenyamanan jemaah. Inovasi ini diharapkan mampu mengubah stigma negatif menjadi apresiasi positif dari para jemaah haji Indonesia saat tiba di Arab Saudi kelak.
Integrasi teknologi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum diklat. Para petugas tidak hanya ditempa secara fisik, tetapi juga dibekali kemampuan mengoperasikan kanal aduan digital seperti “Kawal Haji”. Dengan begitu, setiap kendala yang dialami jemaah di lapangan bisa segera dilaporkan dan ditindaklanjuti secara sistematis. Sinergi antara kekuatan mental, fisik, dan penguasaan teknologi ini diyakini akan membuat penyelenggaraan haji 2026 menjadi yang terbaik dalam sejarah.
Baca Juga: Karangan Bunga Dukungan Maidi Banjiri PSC Madiun Hingga Omzet Pengrajin Melejit
FAQ
Tujuannya untuk membangun kedisiplinan, kekompakan tim, dan ketahanan fisik agar siap melayani jemaah di tengah cuaca ekstrem dan kerumunan massa di Arab Saudi.
Metode pelatihan yang menekankan pada kebahagiaan dan keikhlasan petugas, sehingga pelayanan yang diberikan kepada jemaah terasa lebih hangat dan bersahabat.
Ya, pemerintah menetapkan porsi 33 persen petugas perempuan untuk memastikan layanan bagi jemaah lansia dan wanita berjalan lebih optimal.
Para calon petugas mengikuti pendidikan intensif selama tiga minggu untuk memastikan sinkronisasi mental dan koordinasi lapangan yang solid.












