Surabaya, Memo
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menekankan pentingnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bersifat relevan, ramah dan anti bulliying atau penindasan Memasuki tahun ajaran baru, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara tegas menginstruksikan dan menghimbau seluruh sekolah, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) dan SMP untuk menciptakan suasana MPLS yang menyenangkan dan penuh kerukunan.
Wali Kota Eri Cahyadi kembali menegaskan komitmen Pemkot Surabaya dalam menerapkan jam belajar hingga pukul 12. 00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan program pengembangan bakat, minat, dan semangat kebangsaan hingga pukul 14. 00 WIB. Tujuannya adalah agar siswa merasa nyaman dalam belajar akademik sekaligus membentuk karakter mereka agar bisa berinteraksi dengan lingkungan secara positif.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov Jatim, YDSF Dukung Pondok Ramadhan untuk Disabilitas Pendengaran
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa program anti-bullying dan toleransi menjadi fokus utama dalam MPLS. Anti Bully yang dimaksudkan tentang bagaimana siswa baru yang sedang mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mendapatkan perlakuan baik, tidak terjadi senioritas dan toleransi yang tinggi.
Menurut Yusuf, fenomena bullying terjadi karena kurangnya keberanian anak untuk mengungkapkan pendapat, menolak hal yang tidak benar, atau memberitahukan jika ada sesuatu yang tidak beres. Terkadang kurangnya bersosial menjadi pemicu utama, memiliki rasa takut yang brlebihan dan kurangnya komunikasi juga akan menimbulkan diskriminasi.
Baca Juga: Mantan Kades Ambal Ambil Pasuruan Divonis Penjara Akibat Korupsi Dana Desa
Yusuf mengatakan bahwa MPLS dengan tema “Sekolahku, Rumahku, Guruku, Orang Tuaku” bertujuan untuk membentuk karakter siswa, memperkenalkan lingkungan sekolah, serta membangun hubungan positif antara siswa baru dengan kakak kelas. “Kami berharap MPLS yang akan berlangsung selama satu minggu ini bisa menjadi awal masuk ke sekolah yang menyenangkan dan aman dari tindakan bullying,” kata Yusuf.












