“Di Ipuh, kami sudah memberikan 400 dosis vaksin. Hasilnya cukup efektif dan mampu menekan angka kematian,” jelas Diana. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi dini dengan vaksinasi dan pengobatan adalah kunci dalam mengendalikan penyebaran penyakit SE.
Kewaspadaan Dini dan Pencegahan Menjadi Kunci
Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko telah bergerak cepat untuk melakukan vaksinasi kerbau dan memberikan pengobatan di seluruh wilayah terdampak. Meski demikian, Diana mengingatkan bahwa penyebaran penyakit SE sangatlah cepat. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi dan tindakan preventif dari seluruh peternak sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 7 Madiun Sepanjang Tahun 2025 Salurkan Dana Sosial Rp 778 Juta
“Kami minta peternak segera melapor jika ternaknya menunjukkan gejala sakit. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih luas,” imbaunya. Selain itu, Diana juga menegaskan pentingnya tidak membiarkan hewan ternak, baik yang sakit maupun sehat, dilepasliarkan karena berpotensi menularkan penyakit lebih jauh.
“Kami mengajak semua pihak, baik masyarakat maupun petugas lapangan, untuk bekerja sama memerangi wabah ini. Demi menjaga kesehatan hewan dan keberlangsungan usaha peternakan,” pungkasnya, menekankan pentingnya kolaborasi pencegahan wabah demi keberlangsungan hidup peternak di Mukomuko.












