Anindya menekankan bahwa Kadin akan terus memprioritaskan upaya mendorong perdagangan dan investasi nasional dengan menjunjung tinggi kepastian hukum serta menolak segala bentuk tindakan melawan hukum dan pendekatan yang bersifat represif.
Sebagai langkah responsif, Kadin berencana untuk segera mengadakan pertemuan dengan perwakilan Gubernur Banten, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan aparat penegak hukum guna mengusut tuntas permasalahan yang mencuat di wilayah Kota Cilegon.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Ia berpandangan bahwa insiden ini lebih cenderung melibatkan oknum tertentu dan terjadi pada tingkatan kabupaten/kota, sehingga penyelesaiannya akan diupayakan melalui sinergi antara Kadin di tingkat daerah, provinsi, dan pusat.
“Intinya, kami memahami betul target 8 persen pertumbuhan ekonomi yang harus dicapai, serta pentingnya investasi untuk masuk dan Kadin memiliki tugas untuk mengawalnya. Jadi, jika ada hal-hal seperti ini, kami melihatnya lebih sebagai tindakan oknum dan penyelesaiannya lebih berada di ranah kabupaten/kota,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anindya menyampaikan bahwa Bidang Hukum dan Organisasi Kadin juga akan dilibatkan secara aktif untuk menyikapi persoalan ini secara bijaksana, cepat, dan tepat, sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola organisasi yang sehat dan profesional.
Anindya mengingatkan bahwa insiden semacam ini berpotensi merusak kepercayaan para investor, terlebih Kadin selama ini gencar melakukan promosi investasi ke luar negeri demi memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Ia menambahkan bahwa Kadin selalu memiliki orientasi pro-bisnis, pro-penciptaan lapangan kerja, dan pro-pemberdayaan daerah, dengan tetap mengedepankan ketegasan dalam menjaga reputasi organisasi di tingkat nasional.
“Namun, kami tidak hanya ingin melihat dari perspektif media sosial, kami ingin berinteraksi langsung. Dan memang, Kadin adalah organisasi yang besar,” pungkas Anindya.
Apindo Serukan Dukungan Penuh untuk Investigasi
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut menyampaikan dukungannya terhadap upaya investigasi terkait isu yang terjadi di Cilegon, Banten, dan menekankan krusialnya aspek keamanan dalam berusaha.
“Kami perlu memahami akar permasalahan yang sebenarnya. Saya yakin rekan-rekan di Kadin Indonesia akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi apakah tindakan ini dilakukan atas nama organisasi, individu, atau dalam konteks yang lain. Jadi, kami tidak ingin terlalu fokus pada aspek tersebut. Hal yang ingin kami garis bawahi adalah pentingnya aspek keamanan. Ini menjadi perhatian yang sangat vital karena secara langsung dapat mengganggu iklim usaha yang kondusif,” ujar Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, kepada Antara di Jakarta pada hari Selasa.
Menurut Shinta, Apindo mendukung penuh perlunya penyelidikan mendalam terkait peristiwa yang terjadi di Cilegon.
“Jadi, ini mungkin menjadi fokus perhatian kami. Namun, terkait peristiwa Cilegon, menurut saya, investigasi lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengetahui duduk persoalannya secara komprehensif,” tandasnya.












