Achmad menjelaskan beberapa keunggulan Securiti, termasuk kemampuannya dalam mengidentifikasi data sensitif, menyederhanakan permintaan subjek data seperti koreksi atau penghapusan, mengurangi risiko pengelolaan data privasi, mendeteksi pelanggaran data pihak ketiga, dan memastikan pemrosesan data pribadi berdasarkan persetujuan yang valid.
Menghadapi Celah Kebocoran Data
Saat ini, tingkat keamanan data perusahaan perlu ditingkatkan seiring dengan semakin luasnya koneksi antar-aplikasi berkat teknologi Application Programming Interface (API). Sekitar 80% trafik internet kini melibatkan aktivitas API, baik untuk pembayaran seperti internet banking, mobile banking, maupun non-pembayaran.
Semakin luas koneksi API, semakin besar pula risiko ancaman keamanan siber. Herryyanto, Director Account Management FSI & Commercial Multipolar Technology, menyarankan penggunaan solusi Noname Security untuk melindungi koneksi API perusahaan. Noname Security adalah solusi keamanan API yang menawarkan fitur pemantauan lalu lintas, analisis anomali, dan deteksi kerentanan secara real-time. Dibangun dengan AI, solusi ini mengurangi risiko serangan siber tanpa memerlukan modifikasi pada infrastruktur operasional, serta mampu memperbaiki insiden serangan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Solusi ini juga membantu perusahaan menghindari sanksi regulator akibat kebocoran data.
Selain itu, tren bekerja secara hybrid yang melibatkan berbagai perangkat seperti laptop dan smartphone juga membuka banyak celah kebocoran data. Insiden serangan ransomware sering kali memanfaatkan celah endpoint ini. Untuk mengatasi hal tersebut, Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, merekomendasikan solusi IBM Guardium. IBM Guardium menawarkan pemantauan, analisis, dan perlindungan data secara real-time dan berkelanjutan, serta memberikan peringatan dini jika terjadi serangan siber. Teknologi ini juga memudahkan pelacakan lokasi data pribadi, yang sangat berguna bagi perusahaan dengan banyak karyawan dan cabang.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Dengan pemberlakuan UU PDP yang akan datang, setara dengan regulasi perlindungan data internasional seperti General Data Protection Regulation (GDPR) dari Uni Eropa dan berbagai peraturan perlindungan data di negara-negara lain, diharapkan tidak ada perusahaan yang mengalami sanksi akibat kebocoran data.
Herryyanto mengingatkan agar perusahaan segera memanfaatkan solusi manajemen data yang tepat. Multipolar Technology, sebagai perusahaan sistem integrator, siap membantu dalam implementasi solusi perlindungan data ini.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer
Menyambut Era Perlindungan Data Pribadi: Tantangan dan Solusi di Indonesia
Perlindungan data pribadi menjadi isu penting di Indonesia, terutama dengan meningkatnya serangan siber yang mengancam berbagai sektor. Pemerintah telah mengeluarkan UU PDP untuk melindungi data pribadi dan mengatur bagaimana perusahaan harus menangani data tersebut. Undang-undang ini menekankan pentingnya pengelolaan data yang baik dan memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya. Untuk itu, perusahaan perlu segera menyiapkan diri dengan memanfaatkan teknologi yang mendukung kepatuhan terhadap UU PDP.












