Malang, Memo
Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) ke-10 yang resmi dibuka Rabu (30/7/2025). Ajang nasional yang berlangsung hingga Kamis (31/7/2025) ini diikuti 400 tim finalis dari perguruan tinggi vokasi seluruh Indonesia.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Dengan mengusung tema “Unlocking the Wonders of Tomorrow: Bridging Innovation and Sustainability”, OLIVIA X menjadi ruang bagi mahasiswa vokasi untuk menampilkan inovasi dalam bidang teknologi, bisnis, hingga desain.
Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, Ph.D., menyebut ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan kolaborasi nasional membangun masa depan vokasi. “Dari 1.043 proposal yang masuk, hanya 400 yang terpilih ke final. Ini bukti kualitas dan potensi vokasi Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak
Ketua Umum Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, M.P., menegaskan OLIVIA adalah wadah memperkuat daya saing pendidikan vokasi. Rektor UB, Prof. Widodo, Ph.D.Med.Sc., menyoroti pentingnya vokasi dalam mencetak talenta digital dan AI, serta mendesak pembangunan ekosistem industri yang kuat.
“UB akan membangun kampus vokasi terpadu seluas 30 hektare di Kepanjen tahun ini sebagai bukti keseriusan kami,” ungkap Widodo.
Baca Juga: Dua Bocah Driyorejo Gresik Mengalami Luka Bakar Parah Akibat Injak Serbuk Mercon
Peserta dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Rizky Aliwira dan Muhammad Yusuf, mengangkat kuliner lokal apel Malang sebagai inovasi pastry modern. Mereka menilai OLIVIA sebagai wadah memperkenalkan daerah dan membangun semangat berkarya.
Prestasi OLIVIA X akan tercatat di sistem SIMKATMAWA Kementerian dan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi kampus. Data FPTVI menunjukkan serapan lulusan vokasi di industri mencapai 80–85 persen, membuktikan relevansi dan kekuatan pendidikan vokasi nasional.












