Example floating
Example floating
TULUNGAGUNG

Tulungagung 212 Turun Gunung! Aksi Raksasa Sudah Dijadwalkan, DPRD Diminta Turun Tangan

Prawoto Sadewo
×

Tulungagung 212 Turun Gunung! Aksi Raksasa Sudah Dijadwalkan, DPRD Diminta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Aksi Raksasa Sudah Dijadwalkan, DPRD Diminta Turun Tangan

Tak berhenti di situ, Tulungagung 212 bersama warga Ngrejo merencanakan aksi besar-besaran pada Selasa, 2 Desember 2025, dengan perkiraan massa mencapai 2.000 orang.

Ketua Tulungagung 212, Rahmat Putra Perdana (Mas Dana), menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses ini dengan pendekatan damai dan terbuka.

Baca Juga: Geger Puluhan Murid SD di Tulungagung Alami Keracunan Diduga Karena MBG Hingga Dilarikan ke Puskesmas Terdekat di Tahun 2026

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak. Harapan kami, aksi damai maupun aktivitas di Desa Ngrejo bisa berjalan baik tanpa ada campur tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Tulungagung 212 hadir sebagai ruang aspirasi dan informasi publik, untuk menyatukan langkah demi Tulungagung maju,” ujar Mas Dana.

Seiring memburuknya kondisi lingkungan akibat curah hujan tinggi ditambah dampak pekerjaan JLS, Tulungagung 212 bersama warga Ngrejo juga melayangmelayangkan surat resmi kepada Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung meminta digelar audiensi bersama PT HK Gala.

Baca Juga: Diduga Picu Diare Massal, Penyaluran MBG di Boyolangu Dihentikan

  • Audiensi dijadwalkan pada:
    • Hari/tanggal: Senin, 1 Desember 2025
    • Waktu: 15.00 WIB
    • Perihal: Audiensi dampak kerugian pembangunan JLS
    • Tempat: Kantor DPRD Kabupaten Tulungagung

Dalam surat tersebut, warga menegaskan bahwa permohonan audiensi dibuat berdasarkan musyawarah mufakat, tanpa kepentingan pribadi, politik, atau kelompok tertentu.

“Ini murni demi Desa Ngrejo dan TuTulungagungKami ingin satukan tekad, satukan langkah, untuk Tulungagung maju,” tulis pernyataan resmi yang ditandatangani perwakilan Tulungagung 212.

Baca Juga: BGN Tegas: SPPG Wajib Kantongi SLHS, Satu Bulan atau Tutup

Masyarakat Ngrejo berharap masalah bisa ditangani sebelum proyek PT HK Gala di JLS selesai. Mereka meminta kejelasan—kepastian bahwa dampak lingkungan yang dialami warga tidak dibiarkan menjadi warisan masalah di kemudian hari.