Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Trotoar Tulungagung Memprihatinkan, Pemkab Lirik Dana CSR untuk Perbaikan Mendesak

A. Daroini
×

Trotoar Tulungagung Memprihatinkan, Pemkab Lirik Dana CSR untuk Perbaikan Mendesak

Sebarkan artikel ini
Trotoar Tulungagung Memprihatinkan, Pemkab Lirik Dana CSR untuk Perbaikan Mendesak

Tulungagung, Memo | – Ratusan kilometer trotoar di Kabupaten Tulungagung saat ini dalam kondisi sangat memprihatinkan, mengancam kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung untuk melirik skema Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendanai perbaikan infrastruktur vital ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, mengungkapkan bahwa total panjang ruas trotoar di wilayahnya mencapai 110 kilometer. Angka ini terbagi menjadi 35 kilometer untuk ruas kanan dan 75 kilometer untuk ruas kiri di seluruh penjuru Tulungagung. Mayoritas dari panjang tersebut kini memerlukan pembangunan ulang secara bertahah.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

“Berdasarkan analisis kami, kondisi trotoar di Kabupaten Tulungagung memang sudah saatnya dilakukan perbaikan komprehensif,” kata Dwi Hari Subagyo pada Rabu (28/5/2025).

Kondisi ini diperparah dengan temuan bahwa satu titik ruas trotoar, tepatnya di sepanjang Jalan Diponegoro, belum pernah tersentuh perbaikan sama sekali sejak tahun 2009.

Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan

Hari menambahkan, pada tahun 2019, PUPR sebenarnya telah merencanakan perbaikan trotoar di Jalan Ahmad Yani Timur, dekat Polres Tulungagung, termasuk pembenahan saluran air di bawahnya. Proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar dan bahkan sudah masuk tahap pembuatan Detail Engineering Design (DED).

Namun, rencana ambisius tersebut terpaksa kandas. “Saat itu kami terbentur Covid-19, sehingga anggarannya di-refocusing sampai tahun 2021. Kemudian di tahun 2022-2024 kita fokus perbaikan jalan, dan di tahun ini kembali diberlakukan refocusing, sehingga kami juga fokus untuk perbaikan jalan,” jelas Hari, menjelaskan alasan pembatalan proyek tersebut.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Ia juga menegaskan bahwa untuk memperbaiki seluruh ruas trotoar secara menyeluruh, hingga penanganan bisa mencapai 100 persen, akan dibutuhkan anggaran yang sangat besar. Meski demikian, perbaikan mutlak harus dilakukan mengingat beberapa titik trotoar yang ada sudah membahayakan pengguna jalan.