MEMO,Bekasi: Transformasi layanan publik di Kota Bekasi dari manual ke metode elektronik menjadi sorotan utama, menandai langkah maju dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Diskominfostandi Kota Bekasi gencar mengimplementasikan perubahan ini dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan transparansi layanan bagi warga.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dialog Nasional, Cari Solusi Badai PHK di Industri Media
Perubahan Signifikan: Layanan Elektronik Membuka Akses Pelayanan Kota Bekasi
Tingkat layanan pemerintahan di Kota Bekasi sedang mengalami perubahan dari cara manual ke metode elektronik. Transformasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dengan lebih transparan, efektif, dan efisien.
Hudi Wijayanto, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi, mengungkapkan bahwa sejumlah layanan sudah tersedia secara elektronik. Meski begitu, masih ada beberapa layanan yang berjalan secara manual.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
Meningkatkan Aksesibilitas: Peran Layanan Elektronik dalam Pelayanan Publik
Karena itu, ke depannya, langkah bertahap akan dilakukan untuk mengubah layanan masyarakat dari manual menjadi elektronik. Saat ini, upaya transformasi ini sedang dikerjakan oleh Diskominfostandi Kota Bekasi.
“Kami berharap agar semua layanan masyarakat bisa beralih dari manual ke elektronik. Sampai saat ini, perubahan ini sudah berjalan secara bertahap, tetapi belum merata,” ungkapnya kepada wartawan pada hari Senin (11/12/2023).
Dengan perubahan ini, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mengakses berbagai jenis layanan. Maksud dari adopsi layanan elektronik ini adalah untuk mempermudah akses masyarakat.
“Tujuan kami adalah memberikan kemudahan kepada masyarakat. Harapannya, perubahan ini akan membuat layanan lebih mudah diakses dan juga menciptakan transparansi dalam pelayanan publik,” paparnya.












