
Pasuruan, Memo.co.id
TKW Asal Pasuruan Wajahnya Tersiram Bahan Kimia. Tiap hari gelisah, gundah dan perasaan tidak pernah tenang. Sejak menerima kabar dan mendapat telepon dari Malaysia, tidak hari tidak bisa tidur. Mukanya tambah layu dan matanya selalu sembab. Ini dialami Nasikha, ibu dari TKW yang mukanya tersiram air keras di Malaysia. Nasikha tinggal di Krawan Desa Kedawung Wetan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan.
Nasikha adalah ibu dari TKW yang bekerja di perusahaan tekstil di Malaysia bernama Suci Sri Kusmiyati warga Dusun Krawan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. TKW Malaysia tersebut tersiram bahan kimia di bagian wajah dan bahu hingga kulitnya melepuh. TKW tersebut dalam perawatan intensif di Hospital Tengku Ampuan Rahimah Klang Selangor, Malaysia.
Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
“Saya tidak tahu kondisi anak saya seperti apa, katanya mengalami luka akibat terkena bahan kimia, jujur saya merasa sedih setelah mendapatkan kabar itu,” kata Nasika, sembari mengusap air matanya.
Nasika bercerita, berdasarkan kabar yang didapatkannya, Suci mengalami luka di wajah dan sebagian bahunya.
Bahkan, wajah Suci dikabarkan melepuh karena terkena siraman bahan kimia.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
“Saya kemarin bersyukur Alhamdulillah karena bisa berbicara langsung dengan Suci melalui temannya, Ali. Dalam suara yang saya dengarkan, Suci sangat butuh bantuan, saya tidak tega,” paparnya.
Sebagai ibu dan orangtua, Nasikha mengaku sangat cemas. Ia khawatir kondisi anaknya di perantauan. Ia pun ingin sekali terbang ke Malaysia dan merawat anaknya, hingga sembuh. Namun apa daya, ia tidak memiliki kemampuan ekonomi yang mencukupi.
“Di rumah sini, saya itu tidak bisa apa-apa. Saya sebenarnya ingin ke Malaysia, tapi saya tidak punya biaya. Besar harapan saya, semoga ada bantuan dari pemerintah,” tandasnya. Ia merasa sangat tidak tega, pasca Suci mengeluhkan kondisinya sekarang. Ia bisa menerima sinyal bahwa anaknya sedang membutuhkan bantuan. Ia sempat meminta Suci untuk pulang ke tanah air. Namun, Suci menolak permintaannya. ( mar )












