Example floating
Example floating
Home

TKN Ungkap Dana Fantastis Rp120 Triliun untuk Program Prabowo-Gibran

Alfi Fida
×

TKN Ungkap Dana Fantastis Rp120 Triliun untuk Program Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini
TKN Ungkap Dana Fantastis Rp120 Triliun untuk Program Prabowo-Gibran
TKN Ungkap Dana Fantastis Rp120 Triliun untuk Program Prabowo-Gibran

MEMO

Program Makan Siang dan Susu Gratis Prabowo-Gibran Memerlukan Dana Rp120 Triliun di Tahun Pertama, TKN Sebut.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Rahasia Besar Program Makan Siang dan Susu Gratis!

Program makan siang dan susu gratis yang diusulkan oleh Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menurut Tim Kampanye Nasional (TKN), membutuhkan dana sebesar Rp120 triliun pada tahun pertama pelaksanaannya.

Sebanyak setengah dari dana tersebut diharapkan dapat diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Budiman Sudjatmiko, Wakil Ketua Dewan Pakar TKN, menyebutkan bahwa program ini ditujukan untuk 82,9 juta anak sekolah dan pesantren di seluruh Indonesia. Untuk menjalankan program ini sepenuhnya, diperlukan dana sebesar Rp450 triliun per tahun.

“Diperkirakan bahwa pada tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, program ini akan membutuhkan dana sekitar Rp100 triliun hingga Rp120 triliun,” kata Budiman dalam pernyataan resmi pada Rabu (21/2).

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

Budiman menjelaskan bahwa program makan siang dan susu gratis ini mengacu pada komposisi makanan 4 sehat 5 sempurna. Untuk memenuhi kebutuhan ini, diperlukan sekitar 6,7 juta ton beras, 1,2 juta ton daging ayam, 500 ribu ton daging sapi, 1 juta ton daging ikan, serta berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, juga 4 juta kiloliter susu sapi segar per tahun.

Dia juga menyebutkan bahwa akan ada kerjasama antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta koperasi untuk menyusun rantai pasok yang khusus untuk menyediakan bahan-bahan tersebut.

Industri pangan nasional diharapkan juga dapat berperan dalam meningkatkan kualitas, produktivitas, dan menerapkan teknologi pertanian yang lebih baik.