“Sepanjang masa arus mudik, mulai dari H-10 hingga H+2 Lebaran, atau tepatnya pada hari Jumat hingga Selasa (21 Maret-1 April 2025), total kendaraan yang keluar dari wilayah Jabotabek mencapai angka fantastis 2.168.138 unit. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 28,1% jika dibandingkan dengan volume lalu lintas normal, dan juga mengalami kenaikan sebesar 0,6% dibandingkan dengan periode Lebaran tahun 2024 pada rentang waktu yang sama,” jelas Subakti pada hari Jumat (11/5/2025).
“Tren peningkatan juga terlihat jelas pada periode arus balik. Tercatat sebanyak 2.153.547 kendaraan kembali memasuki wilayah Jabotabek pada H+1 hingga H+9 libur Idulfitri 1446 H/Lebaran 2025. Tepatnya pada tanggal 31 Maret hingga 10 April, terjadi lonjakan sebesar 45% jika dibandingkan dengan lalu lintas normal yang hanya 1.485.882 kendaraan, serta kenaikan sebesar 2% dibandingkan dengan momen Lebaran tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Subakti menekankan bahwa sinergi dan kolaborasi yang solid antara Jasa Marga, Pemerintah, Kepolisian Republik Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan terkait menjadi fondasi utama keberhasilan operasional selama musim Lebaran tahun ini. Kerja sama yang erat ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan di jalur Jakarta-Semarang dan arah sebaliknya, sehingga perjalanan pemudik menjadi lebih efisien.












