Fenomena inilah yang membuat acara literasi keuangan ini sangat krusial. TPAKD berupaya keras agar masyarakat, khususnya pedagang pasar, tidak hanya mudah mengakses, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan.
“Dengan acara semacam ini menjadi upaya kita untuk meningkatkan literasinya supaya mereka juga tidak terjebak pinjaman online ilegal atau rentenir,” tegas Ferry.
Baca Juga: Hakim Tipikor Perintahkan Camat Papar dan Purwoasri Kembalikan Uang Suap Perangkat Desa Kediri
Ferry menggarisbawahi bahwa pedagang pasar, ibu rumah tangga, dan mahasiswa merupakan kelompok yang paling rentan terpapar jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal atau investasi bodong. Oleh karena itu, TPAKD berkomitmen menjadikan tahun ini sebagai tahun penguatan SDM finansial.
Melalui event yang akan menyasar berbagai kelompok rentan ini, Pemerintah Kota Kediri optimis dapat menciptakan ekosistem keuangan yang aman, cerdas, dan suportif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Ini adalah momentum tepat untuk membangun fondasi finansial yang kuat bagi masyarakat Kota Kediri.












