MEMO, Samarinda: Tim SAR/Basarnas Gabungan Kalimantan Timur telah berhasil menemukan mayat yang mengapung di perairan sekitar Buoy J, di jalur pekerja offshore PT. PHM.
Penemuan ini telah memicu operasi evakuasi dan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah
Penemuan Mayat di Perairan Buoy J: Kecelakaan Kapal Nelayan Diduga Menjadi Penyebabnya
Tim SAR/Basarnas Gabungan Kalimantan Timur menerima laporan dari PT PHM (Pertamina Hulu Mahakam) mengenai penemuan mayat di perairan sekitar Buoy J, jalur pekerja offshore PT. PHM.
Kepala Basarnas Kaltim, Melkianus Kotta, menyatakan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Polda, Polairud, Pos TNI AL Anggana, dan petugas keamanan PT PHM telah menuju lokasi. Tim berhasil menemukan mayat tersebut dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban diduga merupakan korban kecelakaan kapal nelayan yang hilang kontak di perairan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Samboja, pada Selasa (20/6/2023) lalu,” ujar Melki pada Jumat (23/6/2022).
Dijelaskan bahwa mayat korban kemudian dievakuasi ke Dermaga Sungai Meriam dan selanjutnya akan dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk dilakukan otopsi dan identifikasi guna memastikan apakah benar korban yang sedang dicari atau bukan.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Tim SAR Gabungan Melanjutkan Pencarian di Sekitar Lokasi Penemuan Mayat di Perairan Buoy J
“Tim SAR Gabungan akan melanjutkan pencarian. Kami akan melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan mayat dan ke arah timur laut sejauh 7 NM dari tempat kejadian peristiwa,” tambahnya.












