
” Selain sering merusak barang berharga di rumah, Alexa juga pernah berniat akan menghabisi nyawa bapaknya sendiri. Karena kemauannya tidak dituruti,” jelas Tanti juga.
Untuk diketahui pengiriman dan pendampingan Alexa ke RSUD Nganjuk pada hari Sabtu (27/22/2025) tanpa melibatkan TKSK ternyata dibenarkan oleh Mujiono orang tua Alexa dan Panikem ( nenek Alexa).

” Putu kulo bidal ten rumah sakit di antar bu Tanti kalih pak bayan. Bidale beto mobil siaga desa,” ucap Panikem saat ditemui wartawan memo.co.id jari ini ( Minggu,28/12/2025) di rumah kediamannya.
Hal senada juga dikatakan Mujiono bahwa sebelum Alexa dibawa ke RSUD Nganjuk , selama tiga hari berturut turut tepatnya pada Minggu keempat bulan ini rutin disambangi Bu Tanti di rumah. Mulai penanganan persuasif sampai harus mengikat kedua kaki Alexa dengan tali plastik saat ngamok juga dilakukan oleh Bu Tanti.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik
” Mungkin karena prilaku anak saya sangat mengawatirkan akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit. Itupun hanya ditemani pamong setempat,” jelas Mujiono.

Sementara itu dikatakan Muhammad Abdulloh Marwan selaku TKSK Tanjunganom membenarkan jika pada tanggal 23 Desember lalu ada laporan masuk soal ODGJ Ekstrem .
” Belum adanya tindakan karena masih ada kesibukkan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan,” ujar Muhammad Abdulloh Marwan saat bertemu di rumah kediaman Alexa pada hari ini ( Minggu,28/12/2025). (Adi)












