Example floating
Example floating
Infobis

Terungkap: Rahasia Dahsyat LRT Jabodebek Mengalahkan Kemacetan dan Polusi!

Alfi Fida
×

Terungkap: Rahasia Dahsyat LRT Jabodebek Mengalahkan Kemacetan dan Polusi!

Sebarkan artikel ini
Terungkap: Rahasia Dahsyat LRT Jabodebek Mengalahkan Kemacetan dan Polusi!
Terungkap: Rahasia Dahsyat LRT Jabodebek Mengalahkan Kemacetan dan Polusi!

Dampak kemacetan ini menyebabkan masyarakat Jakarta harus menghabiskan berjam-jam di jalan, yang pada akhirnya berdampak pada kerugian ekonomi hingga mencapai Rp71,4 triliun di Jakarta. Kerugian ini berasal dari terganggunya aktivitas ekonomi, pemborosan bahan bakar minyak, serta kerusakan lingkungan akibat polusi udara.

Menurut Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, pemborosan BBM akibat kemacetan di Jakarta dan daerah sekitarnya mencapai 2,2 juta liter per hari, sementara waktu yang hilang akibat kemacetan mencapai 6 juta orang-jam per hari.

Baca Juga: Wow! Terungkap Rahasia Kesuksesan LRT Jabodebek, Ini Hasil Evaluasinya!

Presiden Jokowi menekankan pentingnya mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan beralih ke transportasi massal. Dia berharap bahwa dengan segera mengoperasikan LRT, bersama dengan MRT yang sudah beroperasi, serta kereta cepat yang akan segera beroperasi, jumlah kendaraan pribadi yang beredar di Jakarta bisa ditekan, dan polusi udara dapat dikurangi.

Pekerja swasta yang berjuang di tengah kemacetan Jakarta, seperti Nurul, menyambut baik kehadiran LRT. Ia optimis bahwa LRT akan memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta, termasuk mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor.

Baca Juga: LRT Jabodebek Meluncur! Ini Panduan Penting untuk Perjalanan Anda!

Menurutnya, semakin banyak pilihan transportasi publik yang tersedia, semakin baik untuk mengurangi polusi udara dan kemacetan. Ia berharap bahwa LRT, yang kini melengkapi MRT, akan membuat transportasi di Jakarta lebih nyaman.

LRT Jabodebek: Solusi Nyata Mengatasi Polusi Udara dan Kemacetan di Jakarta

Polusi udara yang semakin memburuk di Jakarta bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga merugikan ekonomi dan lingkungan. Dalam satu tahun, Jakarta kembali menduduki peringkat sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Baca Juga: Sangat Dinanti Perajin Genting di Lamongan Berharap Kebijakan Gentengisasi Prabowo Hidupkan Industri Lokal yang Hampir Mati Suri

Dari data yang ada, kendaraan bermotor adalah penyumbang utama polusi, dengan CO dan NMVOC menjadi polutan terbanyak. Jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya menyebabkan kemacetan lalu lintas, yang berdampak besar pada aktivitas ekonomi dan lingkungan.

Oleh karena itu, dengan LRT Jabodebek yang segera dioperasikan, harapan akan mengurangi penggunaan kendaraan berbasis fosil dan mengalihkan masyarakat ke transportasi massal semakin besar. Dengan begitu, polusi udara bisa ditekan, dan Jakarta bisa bernapas lega.