Memo.co.id
Tabir mengenai bagaimana Angkatan Udara Pakistan (PAF) berhasil melumpuhkan lima jet tempur India dalam eskalasi konflik baru-baru ini mulai tersibak. Informasi terbaru dan detail mengejutkan mengungkapkan bahwa tiga di antara lima pesawat tempur India yang jatuh, termasuk jet tempur canggih Rafale buatan Prancis, ternyata menjadi korban sengitnya pertempuran udara jarak dekat atau yang dikenal dengan istilah “dog fight”.
Baca Juga: Perang Berkobar di Langit Kashmir! India Serang 9 Titik, Pakistan Balas Jatuhkan 5 Jet Tempur!
Sumber senior keamanan Pakistan kepada media mengungkapkan bahwa PAF berhasil menembak jatuh lima pesawat tempur India dalam sebuah pertempuran udara yang ia gambarkan sebagai salah satu “dog fight terbesar dan terpanjang” dalam sejarah modern.
Pertempuran udara ini melibatkan total 125 jet tempur dari kedua belah pihak yang saling berhadapan selama lebih dari satu jam di awal pekan ini.
Baca Juga: JUALAN TERPURUK! China dan India Tinggalkan Batu Bara RI, Industri Tambang Pusing Tujuh Keliling!
Sumber tersebut menambahkan bahwa kedua belah pihak dengan sengaja tidak melintasi batas wilayah udara masing-masing, mengindikasikan kehati-hatian untuk menghindari eskalasi yang lebih besar. Kendati demikian, pertukaran tembakan rudal tetap terjadi, bahkan dalam jarak yang terkadang mencapai lebih dari 160 kilometer.
Keputusan untuk tidak mengirim pilot melintasi perbatasan disinyalir merupakan pelajaran pahit dari insiden serupa pada tahun 2019.
Baca Juga: Mantan Bos Raksasa Chip China Dihukum Mati Atas Skandal Korupsi Triliunan
Kala itu, seorang pilot Angkatan Udara India ditembak jatuh di wilayah Pakistan dan kemudian diarak di televisi sebelum akhirnya dikembalikan ke India. “Sebuah penghinaan yang tidak diinginkan pihak mana pun kali ini,” ujar sumber tersebut.
Sumber keamanan Pakistan juga mengungkapkan bahwa Angkatan Udara India terkadang harus melakukan beberapa kali upaya untuk mencapai target yang mereka incar.
Di sisi lain, Pakistan mengklaim telah berupaya semaksimal mungkin untuk memperingatkan warga sipil di wilayah yang diyakini menjadi sasaran potensial serangan India, sehingga militer Pakistan mampu meminimalisir jatuhnya korban sipil.
Pengakuan mengejutkan datang dari seorang pejabat tinggi Prancis. Ia mengakui bahwa Pakistan memang berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur Rafale milik Angkatan Udara India dalam bentrokan udara semalam antara kedua negara tetangga tersebut.
Pengakuan ini menjadi catatan kekalahan tempur pertama yang dikonfirmasi untuk pesawat tempur canggih buatan Prancis tersebut.
Pejabat tinggi intelijen Prancis itu bahkan mengatakan kepada penyiar berita Amerika CNN bahwa Pakistan berhasil melumpuhkan sebuah jet tempur Rafale yang dioperasikan oleh Angkatan Udara India.
Ia menambahkan bahwa otoritas Prancis saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah lebih dari satu jet Rafale mungkin juga menjadi korban tembakan PAF dalam pertempuran udara sengit tersebut.
Pakistan sendiri pada Rabu lalu telah mengumumkan bahwa mereka berhasil menembak jatuh lima jet tempur India, termasuk tiga di antaranya adalah jet tempur Rafale, dengan menggunakan pesawat tempur J-10C buatan China.
Laporan di The New York Times mengutip keterangan dari tiga pejabat, laporan berita lokal, serta keterangan para saksi mata, yang menyebutkan bahwa “setidaknya dua pesawat” jatuh di wilayah India dan Kashmir yang dikelola India.
Bukti visual pun mulai bermunculan di media sosial. Gambar-gambar yang diposting secara online menunjukkan bagian sirip ekor dan kemudi pesawat Rafale tergeletak di sebuah ladang, diduga kuat berada di daerah Bathinda di negara bagian Punjab, India, yang berbatasan langsung dengan Pakistan.
Puing-puing tersebut memiliki nomor seri BS-001, yang mengidentifikasinya sebagai jet tempur Rafale EH berkursi tunggal. Detail-detail ini semakin memperjelas intensitas dan keberhasilan Angkatan Udara Pakistan dalam pertempuran udara yang menegangkan tersebut, sekaligus menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas jet tempur canggih India dalam konflik kali ini.












