Jawa Timur tak hanya dikenal sebagai pusat ekonomi, namun juga lumbung para konglomerat dan pengusaha yang membangun kerajaan bisnis bernilai puluhan triliun rupiah. Mereka adalah inspirasi bagi banyak orang yang ingin meraih puncak kesuksesan.
Berikut adalah deretan taipan yang masuk dalam daftar 5 orang terkaya di Jawa Timur, menurut data kekayaan terbaru dari Forbes. Mereka bergelut di berbagai sektor, mulai dari perbankan, properti, rokok, hingga media.
Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 7 Madiun Sepanjang Tahun 2025 Salurkan Dana Sosial Rp 778 Juta
Menariknya, Alexander Tedja, yang dikenal sebagai Raja Properti Surabaya, tidak termasuk dalam daftar ini, meskipun ia memiliki aset raksasa seperti Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall.
Dato’ Sri Tahir: Sang Maestro Mayapada dan Dermawan
Dato’ Sri Tahir, pemilik Mayapada Group, menempati posisi teratas. Lahir di Surabaya pada 24 Maret 1952, Tahir dikenal melalui gurita bisnisnya di bidang perbankan (Bank Mayapada), investasi, hingga kesehatan (Mayapada Hospital).
Menikah dengan Rosy Riady, putri konglomerat Mochtar Riady, Tahir berhasil mencatatkan kekayaan fantastis. Per November 2024, kekayaannya mencapai 5,3 miliar dolar AS atau setara Rp86,17 triliun, menjadikannya orang terkaya ke-8 di Indonesia.
Meski per Januari 2025 kekayaannya sedikit menurun menjadi 4,9 miliar dolar AS (sekitar Rp79,66 triliun), perannya sebagai filantropis melalui Tahir Foundation sangat patut dicontoh, dengan kontribusi besar di bidang kesehatan dan pendidikan.
Baca Juga: Upaya Peningkatan Keselamatan Perka, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar
Wijono dan Hermanto Tanoko: Dinasti Cat dan Diversifikasi Bisnis
Dua bersaudara asal Malang, Wijono dan Hermanto Tanoko, adalah dalang di balik Avia Avian, produsen cat terbesar di Indonesia.
Dengan kekayaan mencapai 3,3 miliar dolar AS (Rp53,65 triliun) per November 2024, mereka menduduki posisi ke-20 orang terkaya di Indonesia. Melalui Tancorp Abadi Nusantara, kerajaan bisnis mereka merambah cat dan bahan bangunan, properti (hotel, pusat perbelanjaan, perumahan), ritel, distribusi, serta makanan dan minuman.
Kisah sukses keluarga Tanoko menjadi bukti nyata bagaimana inovasi dan diversifikasi bisnis dapat membuahkan pertumbuhan eksponensial.
Susilo Wonowidjojo: Penguasa Rokok dan Infrastruktur
Susilo Wonowidjojo, pewaris PT Gudang Garam Tbk, lahir di Kediri pada 18 November 1956. Ia mengendalikan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, dengan pangsa pasar domestik dan internasional yang signifikan. Per November 2024, kekayaannya tercatat 2,9 miliar dolar AS (sekitar Rp47,15 triliun), menempatkannya di peringkat ke-23 orang terkaya di Indonesia.












