Example floating
Example floating
Jatim

Terkuak ! Inilah Para Raja Duit Jawa Timur, Kekayaan Triliunan dari Berbagai Sektor

A. Daroini
×

Terkuak ! Inilah Para Raja Duit Jawa Timur, Kekayaan Triliunan dari Berbagai Sektor

Sebarkan artikel ini
Terkuak Inilah Para Raja Duit Jawa Timu, Kekayaan Triliunan dari Berbagai Sektor

Jawa Timur tak hanya dikenal sebagai pusat ekonomi, namun juga lumbung para konglomerat dan pengusaha yang membangun kerajaan bisnis bernilai puluhan triliun rupiah. Mereka adalah inspirasi bagi banyak orang yang ingin meraih puncak kesuksesan.

Berikut adalah deretan taipan yang masuk dalam daftar 5 orang terkaya di Jawa Timur, menurut data kekayaan terbaru dari Forbes. Mereka bergelut di berbagai sektor, mulai dari perbankan, properti, rokok, hingga media.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Menariknya, Alexander Tedja, yang dikenal sebagai Raja Properti Surabaya, tidak termasuk dalam daftar ini, meskipun ia memiliki aset raksasa seperti Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall.

Dato’ Sri Tahir: Sang Maestro Mayapada dan Dermawan

Dato’ Sri Tahir, pemilik Mayapada Group, menempati posisi teratas. Lahir di Surabaya pada 24 Maret 1952, Tahir dikenal melalui gurita bisnisnya di bidang perbankan (Bank Mayapada), investasi, hingga kesehatan (Mayapada Hospital).

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Menikah dengan Rosy Riady, putri konglomerat Mochtar Riady, Tahir berhasil mencatatkan kekayaan fantastis. Per November 2024, kekayaannya mencapai 5,3 miliar dolar AS atau setara Rp86,17 triliun, menjadikannya orang terkaya ke-8 di Indonesia.

Meski per Januari 2025 kekayaannya sedikit menurun menjadi 4,9 miliar dolar AS (sekitar Rp79,66 triliun), perannya sebagai filantropis melalui Tahir Foundation sangat patut dicontoh, dengan kontribusi besar di bidang kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga: Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak

Wijono dan Hermanto Tanoko: Dinasti Cat dan Diversifikasi Bisnis

Dua bersaudara asal Malang, Wijono dan Hermanto Tanoko, adalah dalang di balik Avia Avian, produsen cat terbesar di Indonesia.

Dengan kekayaan mencapai 3,3 miliar dolar AS (Rp53,65 triliun) per November 2024, mereka menduduki posisi ke-20 orang terkaya di Indonesia. Melalui Tancorp Abadi Nusantara, kerajaan bisnis mereka merambah cat dan bahan bangunan, properti (hotel, pusat perbelanjaan, perumahan), ritel, distribusi, serta makanan dan minuman.

Kisah sukses keluarga Tanoko menjadi bukti nyata bagaimana inovasi dan diversifikasi bisnis dapat membuahkan pertumbuhan eksponensial.

Susilo Wonowidjojo: Penguasa Rokok dan Infrastruktur

Susilo Wonowidjojo, pewaris PT Gudang Garam Tbk, lahir di Kediri pada 18 November 1956. Ia mengendalikan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, dengan pangsa pasar domestik dan internasional yang signifikan. Per November 2024, kekayaannya tercatat 2,9 miliar dolar AS (sekitar Rp47,15 triliun), menempatkannya di peringkat ke-23 orang terkaya di Indonesia.

Selain rokok, melalui anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama, ia juga terlibat dalam proyek infrastruktur megah seperti pembangunan Bandara Dhoho di Kediri. Kekayaan Susilo sangat erat kaitannya dengan kinerja Gudang Garam sebagai salah satu saham blue-chip di Bursa Efek Indonesia.

Mochtar Riady: Arsitek Lippo Group dari Malang

Meskipun Lippo Group telah mendunia, Mochtar Riady, sang pendiri, memiliki ikatan kuat dengan Jawa Timur karena lahir di Malang pada 12 Mei 1929. Ia adalah salah satu bankir dan pengusaha paling disegani di Indonesia.

Per Januari 2025, kekayaan Mochtar Riady tercatat 2 miliar dolar AS (sekitar Rp32,52 triliun), menjadikannya orang terkaya ke-25 di Indonesia.

Konglomerasi bisnisnya meliputi sektor keuangan (Bank Nobu), properti (Lippo Malls, kota mandiri), ritel (Hypermart), kesehatan (Siloam Hospitals), hingga media dan teknologi.

Mochtar Riady adalah contoh pengusaha yang membangun imperium dari nol, menunjukkan ketajaman visi dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.

Hary Tanoesoedibjo: Raja Media dan Ambidiksi Bisnis-Politik

Lahir di Surabaya pada 26 September 1965, Hary Tanoesoedibjo adalah pendiri dan CEO MNC Group, raksasa di dunia media, keuangan, dan properti.

MNC Group adalah konglomerat media terbesar di Indonesia, dengan stasiun televisi (RCTI, MNCTV, GTV, iNews), portal berita online, radio, dan media cetak. Selain itu, ia juga memiliki MNC Sekuritas, MNC Bank, MNC Life, dan MNC Insurance, serta proyek properti seperti MNC Land. Per Januari 2025, kekayaannya mencapai 1,3 miliar dolar AS (setara Rp21,14 triliun).

Hary Tanoesoedibjo dikenal sebagai pengusaha yang agresif dan visioner, terutama dalam mengembangkan bisnisnya di sektor media yang sangat kompetitif.