Trenggalek, Memo | – Kekhawatiran mendalam menyelimuti enam keluarga di RT 2 RW 2 Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, menyusul ancaman putusnya satu-satunya jalur keluar masuk ke kediaman mereka. Bencana tanah longsor yang terjadi di tepi sungai menjadi penyebab utama kekhawatiran ini, setelah derasnya arus sungai terus menggerus badan jalan sejak Senin pagi (19/05/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sekitar empat meter badan jalan gang telah luluh lantak akibat erosi tanah. Kondisi ini semakin diperparah oleh aliran sungai yang hingga kini masih deras, berpotensi memperluas area longsoran dan bahkan mengancam merembet ke jalan utama desa yang memiliki riwayat longsor di masa lalu.
“Sungai meluap sejak Minggu malam, dan hingga saat ini longsoran tanah terus meluas. Saya sangat khawatir jika longsor ini menjalar ke jalan raya seperti kejadian beberapa tahun lalu,” ungkap Sutejo (52), seorang warga setempat, dengan nada cemas.
Sutejo menjelaskan bahwa titik longsor berada di sisi utara jembatan, dekat dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sukorame. Ia mengingatkan bahwa beberapa tahun silam, longsor pernah menggerogoti sebagian badan jalan utama dan nyaris mencapai rumah warga yang berada di seberang gang tempat tinggalnya.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Menurut penuturannya, kondisi jalan gang tersebut memang rentan terhadap longsor dan kurang mendapatkan perhatian yang memadai. Sejak lama, bibir sungai di area tersebut kerap mengalami longsor, mengikis tanaman bambu milik warga yang tumbuh di tepiannya. Bahkan, Sutejo pernah mengalami insiden ketika mobil pikap yang dikemudikannya untuk mengangkut pasir terperosok di tepi jalan yang berlubang akibat longsor yang terjadi sebelumnya.
“Warga di sini tidak memiliki alternatif jalan lain selain jalan kecil ini. Di ujung gang hanya ada jalan setapak, dan itu pun merupakan milik pribadi,” jelasnya, menggambarkan betapa vitalnya akses jalan tersebut bagi kehidupan sehari-hari enam keluarga tersebut.












