
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Terbukti dalam kunjungannya ke rumah Mbah Karsi berdurasi tidak kurang dari 30 menit itu, para emak emak dan anak anak kecil rebutan jabat tangan dan minta foto bareng. Ada juga yang nyeletuk ” Pak Marhaen aku pendukungmu “.
Istimewanya, sambutan hangat para tetangga kerabat dan saudara Mbah Karsi seperti itu ternyata orisinil tanpa rekayasa alias spontanitas. Dengan realita dilapangan seperti itu, bisa didefinisikan bahwa figur Kang Marhaen di mata masyarakat memiliki magnet atau kharisma besar.
Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

” Kalau melihat bahasa tubuh kang Marhaen orangnya berjiwa seperti tokoh pewayangan Yudistira atau Puntodewo. Penasehat pinter momong waskito welas asih dan tidak suka bersandiwara opo anane,” ujar warga kampungbaru yang enggan namanya dipublikasikan.
Baca Juga: Jasad Wanita Terikat di Sungai Jabung Malang Terungkap, Polisi Identifikasi Warga Nganjuk
Dalam dunia pewayangan masih kata nara sumber memo.co.id bahwa Puntodewo menjadi simbol keadilan, ketabahan dan keikhlasan.

Terlepas dari itu, dikatakan Kades Kampungbaru Susilo Dwi Prasetyo, dengan penyerahan bantuan bedah rumah dari bupati kepada Mbah Karsi adalah wujud pancasila dalam tindakan.
” Kami mewakili atas nama pemerintahan desa dan masyarakat desa kampungbaru pada umumnya sangat berterima kasih atas kepedulian bupati, Dinas Perkim, BAZNAS dan CSR dari PT Irfai Berkah Sejahtera yang berkenan membantu memperbaiki rumah warga saya semoga menjadi catatan amal kebajikan ,” pungkas Susilo. ( Adi)












