Example floating
Example floating
Home

Terima Bantuan Bedah Rumah 20 Juta, Keluarga Miskin Mbah Karsi Sujud Syukur

Mulyadi Memo
×

Terima Bantuan Bedah Rumah 20 Juta, Keluarga Miskin Mbah Karsi Sujud Syukur

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Akhirnya Mbah Karsi ,85, warga miskin penghuni rumah reyot asal Dusun Takat RT 06 RW 08 Desa Kampungbaru, Tanjunganom bisa bertemu langsung dan berjabat tangan dengan Kang Marhaen.

Isak tangis mewarnai pertemuan mereka. Terharu bercampur bahagia saat orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk ini menginjakkan kakinya di halaman rumahnya.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Duduk berdampingan di kursi kayu panjang di bawah pohon bambu samping rumah Mbah Karsi menambah kesan familiar. Diselingi candaan ringan
bikin suasana mencair.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

” Mudanya Mbah Karsi dulu tampan lho. Tinggi besar hidungnya mancung kumis tebal, pasti banyak digandrungi cewek cewek cantik,” canda Kang Marhaen santai.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Dengan ucapan Kang Marhaen seperti itu bikin rombongan pejabat , kades beserta perangkat desa setempat dan puluhan masyarakat yang berkumpul berada di lokasi spontan tertawa segar.

” Rumah orang tua saya dulu persis seperti ini. Saya ini lahir dari keluarga tidak mampu. Jadi saya bisa merasakan bagaimana rasanya jadi orang miskin.Sehari bisa makan tiga kali sudah bejo,” ucap Kang Marhaen memberi motivasi keluarga Mbah Karsi.

Oleh karenanya masih kata Kang Marhaen, jangan lelah menolong orang miskin. Program pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan menjadi skala prioritas.

” Dinas Perkim, Baznas dan CSR adalah ujung tombak pemerintah daerah sebagai pengguna anggaran sekaligus yang memiliki program bedah rumah. 2027 daftar hunian tidak layak di Nganjuk harus sudah final,” papar bupati yang memiliki jiwa motivator sejati smart juga familiar dengan semua kalangan.

 

Terbukti dalam kunjungannya ke rumah Mbah Karsi berdurasi tidak kurang dari 30 menit itu, para emak emak dan anak anak kecil rebutan jabat tangan dan minta foto bareng. Ada juga yang nyeletuk ” Pak Marhaen aku pendukungmu “.

Istimewanya, sambutan hangat para tetangga kerabat dan saudara Mbah Karsi seperti itu ternyata orisinil tanpa rekayasa alias spontanitas. Dengan realita dilapangan seperti itu, bisa didefinisikan bahwa figur Kang Marhaen di mata masyarakat memiliki magnet atau kharisma besar.

” Kalau melihat bahasa tubuh kang Marhaen orangnya berjiwa seperti tokoh pewayangan Yudistira atau Puntodewo. Penasehat pinter momong waskito welas asih dan tidak suka bersandiwara opo anane,” ujar warga kampungbaru yang enggan namanya dipublikasikan.

Dalam dunia pewayangan masih kata nara sumber memo.co.id bahwa Puntodewo menjadi simbol keadilan, ketabahan dan keikhlasan.

Terlepas dari itu, dikatakan Kades Kampungbaru Susilo Dwi Prasetyo, dengan penyerahan bantuan bedah rumah dari bupati kepada Mbah Karsi adalah wujud pancasila dalam tindakan.

” Kami mewakili atas nama pemerintahan desa dan masyarakat desa kampungbaru pada umumnya sangat berterima kasih atas kepedulian bupati, Dinas Perkim, BAZNAS dan CSR dari PT Irfai Berkah Sejahtera yang berkenan membantu memperbaiki rumah warga saya semoga menjadi catatan amal kebajikan ,” pungkas Susilo. ( Adi)